SERUNYA NGGAK KEULANG

Interaksi Penghuni Kampus

Bagaimana perasaan lu saat ini?

Timmy "kitabisa.com": Realisasikan Wacana

Timmy memadukan pelayanan sosial dengan dunia digital.

LINE it!
Timmy
Berawal dari keaktifannya di badan eksekutif mahasiswa (BEM) dan suka ikut demo untuk memperjuangkan pendapat masyarakat, Alfatih Timur atau yang sekarang lebih akrab disapa Timmy kini memfokuskan dirinya untuk berkecimpung di social entrepreneurship, khususnya crowdfunding

Secara tidak langsung, Timmy mengakui bahwa jiwa sosial yang dimilikinya merupakan keturunan dari ayahnya yang berprofesi sebagai dokter. Selain itu, pengalamannya saat mengikuti salah satu acara kampus yang membuatnya datang ke Bantargebang menjadi salah satu pengalaman tidak terlupakan. Di sana ia melihat dengan mata kepala sendiri banyak orang yang mencuci lalapan yang sudah dibuang untuk dimakan lagi. Hal ini membuat Timmy terbuka bahwa kemiskinan sangat dekat dengan kita. 

“Kepedulian itu nggak mungkin muncul kalau lo nggak pernah lihat sendiri,” ujar Timmy. Selain itu, Timmy sering mengikuti beberapa aksi bersama-sama mahasiswa yang lain. “Gua sebagai mahasiswa ikutan demo supaya bisa nyampein pendapat masyarakat ke pemerintah,” kata pria yang jago memainkan saluang ini.

Memasuki tahun kedua menjadi asisten Profesor Rhenald Kasali, Timmy ditantang untuk membuat sebuah gerakan perubahan. Setelah melakukan berbagai riset mengenai dunia digital, sosial, dan juga bisnis, serta mewawancara beberapa tokoh yang berpengalaman di bidang social entrepreneurship, akhirnya Timmy memutuskan membuat crowdfunding. Gerakan crowdfunding yang sebelumnya sudah menjamur di luar negeri diadaptasi agar dapat terlaksana di Indonesia. 

Pria yang gemar berolahraga ini berhasil me-launching situs kitabisa.com pada 6 Juni 2013.  Harapannya, situs ini dapat menjadi sebuah wadah untuk menampung dan juga menyalurkan ide dari masyarakat yang berhubungan dengan kegiatan sosial. Kitabisa.com adalah platform yang bertindak sebagai penghubung dari masyarakat yang mempunyai berbagai ide dan pihak yang ingin dibantu.  Siapa pun yang tertarik untuk membantu dapat mendonasikan uangnya untuk mendukung proyek yang di-posting agar dapat berjalan. 

The best thing about kitabisa.com adalah setiap proyek yang terdanai punya impact besar terhadap masyarakat dan secara tidak langsung kita ikut berkontribusi terhadap social project tersebut,” ujar pria kelahiran tahun 1991 ini.

Setiap proposal proyek yang dikirimkan ke kitabisa.com akan dipilih secara langsung oleh Timmy. Hal ini dilakukan agar donatur yang ingin menyumbang dapat dengan mudah melihat dan memantau semua perkembangan yang terjadi secara transparan.  “Bukan situs kitabisa.com yang kami dorong agar menjadi besar. Namun, hal yang kami inginkan adalah kitabisa.com dapat terkenal karena proyek yang didanai berhasil terlaksana,” tutur Timmy.

Banyak social project dimulai dari ide si pemilik project.  Padahal, kalau kita memberi solusi yang nggak mereka inginkan, proyeknya pasti nggak bakal jalan. “Aktivis itu biasanya inflasi wacana. Pertumbuhan kata-katanya lebih tinggi daripada pertumbuhan kegiatannya, jadi ada gap di sana. Kita sering kali suka berwacana, kita nggak punya kewajiban buat merealisasikannya,” ujar pria asal Padang ini. Karena itu, siapa pun yang ingin membuat kegiatan sosial, berangkatlah dari problem bukan dari ide kita yang egois ingin menciptakan sesuatu. 


*Penulis adalah mahasiswa Teknik Industri, UNIKA Atma Jaya Jakarta.

Editor: Erha A Ramadhoni
Publish: 05 November 2015
Sumber : Sinar Harapan
Penulis/ Editor : Marcella Audrey*

22889 Tayang