SERUNYA NGGAK KEULANG

Interaksi Penghuni Kampus

Bagaimana perasaan lu saat ini?

Pekan Depan Jalan Kampus UB jadi Jalur Angkot

Meski sarat penolakan, Dishub dan rektorat UB sepakat buka jalur angkot dalam areal kampus.

LINE it!
 Pekan Depan Jalan Kampus UB jadi Jalur Angkot
MALANG - Jalan di dalam kampus Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur, bakal tidak steril lagi dari kendaraan umum. Pasalnya, mulai pekan depan, akan menjadi jalur angkutan kota dari arah Jembatan Soekarno Hatta menuju kawasan Dinoyo.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Subari, Rabu (11/12), mengemukakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan rektorat Universitas Brawijaya (UB) terkait pembukaan jalur untuk angkutan kota (angkot) melalui jalan di dalam kawasan kampus tersebut.

"Pihak rektorat UB sudah bersedia membuka gerbangnya yang berhadapan dengan Jembatan Soekarno Hatta untuk jalur angkot agar tidak memutar terlalu jauh melewati Jalan Mayjen Panjaitan, Jalan Bogor, Jalan Veteran dan Jalan Gajayana," ujar Subari.

Jika gerbang UB dibuka dan angkot yang akan menuju ke kawasan Dinoyo bisa melewati kampus, kata Subari, jalur yang cukup panjang itu bisa dipangkas, langsung menuju Jalan Veteran dan belok kanan ke Jalan Gajayana, dan langsung menuju Dinoyo.

Menyinggung jam yang diberlakukan untuk melintasi area kampus UB tersebut, Subari mengatakan hanya pada pukul 07.00 hingga 18.00 WIB. Sedangkan pukul 18.00 hingga pukul 07.00 WIB tetap menggunakan jalur semula (dua arah).

Ia mengakui pihaknya hanya memberikan waktu tiga hari kepada sopir atau paguyuban dan pemilik angkot terkait jalur alternatif yang ditawarkan, sebelum pemberlakuan jalur satu arah penuh mulai pekan depan.

Dengan diberlakukannya jalur satu arah penuh tersebut, angkot tidak bisa melawan arus lagi dan harus tetap mengikuti rambu-rambu lalu lintas seperti kendaraan lainnya.

Penolakan
Menanggapi pemberlakuan jalur satu arah penuh tersebut, Sekretaris DPC Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Malang Rizki Nurhamidina mengaku kecewa karena pihaknya tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan kebijakan lalu lintas satu arah tersebut.

"Kami tetap menolak jalur satu arah penuh karena akan mematikan keberadaan angkot. Paling tidak ada 300 unit angkot yang terimbas oleh jalur satu arah penuh tersebut," dia  menegaskan.

Tujuh trayek yang terkena imbas jalur satu arah penuh dan harus masuk area kampus UB itu adalah JDM, Arjosari-Landungsari (AL) Landungsari-Gadang (LG), Gadang-Landungsari (GL), ADL, CKL, dan LDG.

Sementara itu, Eksekutif Mahasiswa (EM) UB secara tegas menolak adanya angkot yang masuk areal kampus.

"Tidak ada angkot saja sudah macet, apalagi ada angkot yang melewati jalur di dalam kampus," kata Presiden EM UB Rizky Kurniawan.

Selain menambah kemacetan dan keruwetan arus lalu lintas di dalam kampus, mahasiswa juga akan semakin sulit memarkir kendaraan. Apalagi, kebiasaan sopir angkot yang mangkal di sembarang tempat. Ditambah lagi, jalan di dalam kampus bukan untuk jalan umum.

Saat ini, arus kendaraan di dalam kampus UB sangat padat. Karena jumlah mahasiswa di kampus itu mencapai puluhan ribu orang, sehingga kendaraan, baik roda dua maupun roda empat tidak hanya parkir di areal parkir, tapi sudah di jalan-jalan protokol UB.

Jalur satu arah yang mulai diterapkan awal November silam terus menerus menuai protes. Keberatan yang dilayangkan warga ke Pemkot Malang tersebut silih berganti, mulai dari warga yang dilalui jalur satu arah hingga sopir angkot. Kebijakan ini juga dikritik pakar transportasi UB Prof Harnen Sulistyo.
Publish: 00 0000
Sumber : Ant

2421 Tayang