SERUNYA NGGAK KEULANG

Interaksi Penghuni Kampus

Bagaimana perasaan lu saat ini?

UGM Produksi Minuman Kesehatan

UGM siap merilis minuman untuk stamina dan penurun kolesterol.

LINE it!
UGM Produksi Minuman Kesehatan
YOGYAKARTA - Para peneliti Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mengembangkan dua minuman berbahan herbal, Prostamina dan Kolestramina. Rencananya, dua produk diluncurkan pada 19 Desember mendatang.

Tak hanya minuman herbal, tapi juga sedang dikembangkan enam produk farmasi, yakni Gama Flu, Gama Kalkuli, Gama Rek, Gama Slim, Imuno Gama, dan Gama Tensi.

Adalah Prof Dr Agung Endro Nugroho, Prof Dr Zullies Ikawati, Prof Dr Ediati, Dr Triana Hertiani, dan Dr Saifullah yang mengembangkan minuman Prostamina dan Kolestramina. Prostamina untuk meningkatkan stamina tubuh, sementara Kolestramina untuk penurun kolesterol.

“Kami ingin memberi masyarakat produk yang aman dan berkhasiat," kata Prof Agung mewakili rekan-rekannya, Selasa (3/12).

Minuman penyegar Prostamina, menurut Agung, jelas berbeda dengan minuman yang telah ada di pasaran. Selain terbuat dari bahan herbal, minuman ini juga dibuat dengan mengombinasikan ekstrak kulit manggis dan mengkudu.

Kulit manggis mengandung senyawa xanthone dan tanin dengan kandungan antioksidan yang tinggi sehingga mampu meningkatkan daya tahan tubuh. Mengkudu mengandung zat terpenoid yang dapat membantu tubuh dalam proses sintesis organik dan pemulihan sel-sel tubuh. Kulit manggis maupun mengkudu telah terbukti secara empiris aman dikonsumsi.

Kolestramina dibuat menggunakan bahan sambung nyawa dan temulawak yang dapat mencegah penumpukan kolesterol dalam tubuh.

“Rencananya kami rilis 19 Desember, tapi masih untuk kalangan sendiri, belum dikomersialkan. Semoga tahun depan bisa segera dipasarkan," tutur Agung.

Sementara itu, enam produk farmasi, yakni Gama Flu, Gama Kalkuli, Gama Rek, Gama Slim, Imuno Gama, dan Gama Tensi, sedang dalam proses pendaftaran ke BPOM. "Kami juga akan segera memproduksi setelah aspek legalitas terpenuhi," kata Zullies Ikawati.

Atas usaha para peneliti dari Fakultas Farmasi ini, UGM mendukung sepenuhnya dan mendorong para penelitinya untuk terus melakukan riset dan mengembangkan berbagai produk yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kita dorong peneliti untuk membuat produk yang bisa dijual, bukan menjual produk yang bisa dibuat," kata Direktur Pengembangan Usaha dan Inkubasi, Dr Hargo Utomo.

Ia menjelaskan, pada 2013 ini setidaknya terdapat sembilan produk bidang kesehatan dan farmasi yang telah memasuki inkubasi produksi. Produk tersebut di antaranya bone filler (bahan pengisi tulang), gama-hip (penyambung tulang pangkal paha), bone graft gama-cha (cangkok tulang), antikolesterol ekstrak sambung nyawa, dan antidiabetes. Diharapkan pada 2014 produk-produk tersebut sudah dipasarkan.

"Langkah tersebut merupakan upaya UGM untuk mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera," Hargo Utomo menegaskan.
Publish: 00 0000
Sumber : Sinar Harapan
Penulis/ Editor : Yuyuk Sugarman

2338 Tayang