SERUNYA NGGAK KEULANG

Interaksi Penghuni Kampus

Bagaimana perasaan lu saat ini?

Studi Tur ke Universitas Hunan dan Kursus Internasional

Lembaga Pendidikan Kesehatan Tradisional Tionghoa studi tur ke Universitas Hunan.

LINE it!
Studi Tur ke Universitas Hunan dan Kursus Internasional

JAKARTA - Lembaga Pendidikan Kesehatan Tradisional Tionghoa (LPKTT) yang bernaung di bawah Ikatan Naturopatis Indonesia DPD DKI mengadakan studi tur ke Hunan, China, 5- 15 November.

Ketua LPKTT, Theresia Dimyati Lim, mengatakan biaya tur US$ 1.750 sudah termasuk tiket pulang pergi, penginapan di kampus Universitas Hunan, biaya kursus dan praktik di rumah sakit Fu Yi, sertifikat kursus, biaya tur ke Changsa selama dua hari, antar-jemput dari dan ke Bandara di China.

“Biaya itu belum termasuk biaya makan, visa, airport tax, dan tur pilihan pribadi. Soal bahasa pengantar, bisa kita sepakati apakah menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Mandarin,” kata Theresia dalam jumpa pers di kantor LPKTT, Jalan Kebon Jeruk XIX, Jakarta Pusat, Rabu (16/10).

Materi utama dalam studi tur ini adalah belajar mengatasi penyakit tulang belakang, angin kepala, kencing manis, stroke, akupuntur, dan tuina. Oleh karena itu, Theresia mensyaratkan peserta harus punya sertifikat akupuntur dasar dan sertifikat sinshe.

“Sertifikat yang diperoleh peserta tur ini akan menambah perbendaharaan sertifikat si peserta, yang kelak akan berpengaruh pada level keterampilannya, sesuai Peraturan Presiden No 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI),” kata Theresia.

Menurut Theresia, KKNI dan sertifikat berguna untuk menetapkan standardisasi internasional tenaga kerja Indonesia agar sejajar dengan tenaga kerja dari luar negeri.

“Kalau standarnya sudah sama, kita bisa mengirim tenaga kerja ke luar negeri sebagaimana orang luar negeri mengirim tenaga kerjanya ke Indonesia,” kata perempuan yang masih gesit itu.

“Ini adalah kesempatan yang langka. Karena itu, kesempatan ini langsung kami tangkap dan kami teruskan kepada siswa-siswi LPKTT yang memenuhi kualifikasi. Beasiswa ini adalah beasiswa penuh, semua biaya kuliah, buku, penginapan dan makan, ditanggung Universitas Hunan,” kata Theresia.

Universitas Hunan adalah universitas China kedua yang memberi beasiswa kepada LPKTT. Sebelumnya, Universitas Guang Xi juga melakukan hal yang sama. Saat ini ada lima orang LPKTT yang sedang belajar di Universitas Guangxi.

Kursus Internasional

Selain mengadakan studi tur dan bekerja sama dengan universitas-uviversitas China, LPKTT menggelar kursus internasional penanganan masalah tulang belakang dan qi gong (mengolah tenaga dari dalam diri sendiri) dengan pembicara Kandidat Doktor Choo Led Sin MSc dari Singapura.

Kursus berlangsung di kantor LPKTT, 25- 27 Oktober. Biaya kursus keseluruhan Rp 1.500.000 dan biaya kursus qi gong saja Rp 400.000.

Publish: 00 0000
Sumber : Sinar Harapan
Penulis/ Editor : Isyanto

2603 Tayang