SERUNYA NGGAK KEULANG

Interaksi Penghuni Kampus

Bagaimana perasaan lu saat ini?

Arti HIV/AIDS Menurut Penghuni Kampus

Penderita AIDS makin depresi itu karena tekanan dari orang-orang di sekitarnya.

LINE it!
Arti HIV/AIDS Menurut Penghuni Kampus
Akhir tahun telah datang, Penghuni Kampus! Desember identik dengan bulan yang penuh akan rencana liburan. Selain Penghuni Kampus bikin rencana liburan, kita cari tahu hari besar apa lagi di bulan Desember yang katanya ceria ini.

Penghuni Kampus, di awal bulan ini, yakni 1 Desember, seluruh belahan dunia bersama-sama memperingati Hari AIDS Sedunia.

For your information
, Hari AIDS Sedunia telah diselenggarakan sejak tahun 1988 oleh  James W. Bunn dan Thomas Netter, dua pejabat informasi masyarakat untuk Program AIDS Global di Organisasi Kesehatan Dunia atau yang lebih kita kenal dengan WHO.

Nah, sudah sedalam apa sih Penghuni Kampus mengetahui apa itu HIV/AIDS? IPK mendapat kesempatan ngobrol bareng tiga orang Penghuni Kampus dari universitas dan jurusan berbeda.

Penghuni Kampus yang pertama  berasal dari Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal (ISTA) bernama Okta Asri Naima. Mahasiswa jurusan Farmasi ini berpendapat HIV/AIDS adalah penyakit yang harusnya nggak perlu terjadi akibat perbuatan si penderitanya sendiri.

Tapi di satu sisi, apalagi manusia yang punya rasa kemanusiaan, pasti merasa sedih dan prihatin karena harusnya semua bisa dicegah. Pergaulan menjadi awal dari yang terjadi.

Okta berpesan kepada Orang dengan HIV/AIDS (ODHA), semua nggak perlu disesali karena toh udah terjadi. Lakukan yang terbaik khususnya untuk diri kalian dan berikan manfaat untuk orang lain. Dan, kalian nggak sendiri.

Sementara itu Ridwan Ahmad Riyadi, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka mengatakan bahwa HIV/AIDS bukan suatu momok yang patut dijauhi atau ditakuti. Justru kita harus mengetahui seperti apa HIV/AIDS itu, sehingga kita jadi tahu apa yang harus dijauhi.

Mahasiswa Jurusan Kesehatan Masyarakat ini berpesan untuk ODHA agar terus semangat, jangan pernah menyesal dan menyerah, kemauan diri tanda hasil terbaik, tiada usaha yang menjadi sia-sia. 

“Jadikan diri kalian sebagai motivasi bagi orang lain. Berikan kepercayaan kepada orang lain bahwa ODHA bukan untuk didiskriminasi namun untuk dirangkul,” jelas Ridwan.

Lain lagi pendapat disampaikan Penghuni Kampus lain asal UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Mahasiswi Psikologi bernama Ummi Hafifah menjelaskan bahwa HIV/AIDS adalah penyakit yang kebanyakan disebabkan oleh gaya hidup, apalagi anak muda zaman sekarang, seperti hubungan seks, penggunaan narkotika, hubungan sesama jenis. 

Berbeda dengan dua Penghuni Kampus lainnya, Ummi justru berpesan kepada orang-orang yang berada di sekitar ODHA. Ummi menjelaskan, sekadar interaksi dengan penderita HIV/AIDS tidak akan menular.

Ummi juga menambahkan, bahwa yang membuat penderita AIDS makin depresi itu karena tekanan dari orang-orang di sekitarnya, membuat kemungkinan dia untuk putus asa lebih tinggi. 

“Sebenarnya, banyaknya kematian para penderita AIDS bukan hanya karena sakitnya, tapi karena gunjingan orang-orang di sekitar para penderita AIDS itu sendiri. Edukasi dibutuhkan untuk masyarakat umum apalagi yang berada di lingkungan penderita AIDS,” tambah Ummi.

Hmm, beragam banget ya pendapat dari Penghuni Kampus? Well, benang merahnya adalah HIV/AIDS memang harus dihindari dan tak perlu sampai ditakuti.

HIV/AIDS harus diperangi mulai dari diri kita sendiri, Penghuni Kampus. Bukan menjauhi ODHA, tapi jauhkan sebab-sebab HIV/AIDS!


*Penulis adalah mahasiswa Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka.

Editor: Shelma Aisya
Publish: 29 Desember 2015
Sumber : Sinar Harapan
Penulis/ Editor : Putri Permata N*

4165 Tayang