SERUNYA NGGAK KEULANG

Interaksi Penghuni Kampus

Bagaimana perasaan lu saat ini?

Menjemput Rezeki dengan “Dapur Berjalan”

Tren membuka tempat makan di truk membuat beberapa pengusaha kecil kelabakan menghadapinya.

LINE it!
Menjemput Rezeki dengan “Dapur Berjalan”
Warna-warni mobil besar dan penuh kreasi mulai bertebaran di ibukota. Truk-truk penjaja makanan kian mudah Penghuni Kampus temui di kala berkunjung ke acara besar maupun tempat nongkrong.

Konsep pengusaha makanan yang menggunakan kendaraan kini tengah menjamur di kota-kota besar seperti Jakarta. Konsep bisnis yang diadaptasi dari Amerika ini membuat kita lebih leluasa dalam menjemput pelanggan.

Omzet yang diraup oleh pebisnis food truck ini pun cukup menjanjikan, berkisar antara 3-5 juta perhari. Namun, hal itu tidak lepas dari dari strategi pemasaran, pemilihan lokasi dan biaya produksi. Sebelum melakukan usaha food truck ini Penghuni Kampus harus memperhatikan ketiga elemen tersebut sebagai acuan.

Strategi biaya
Penghuni Kampus tidak perlu terpaku pada ukuran truk yang terlalu besar. Pengusaha dapat menggunakan pick up mikro, yang melalui karoseri dapat dimodifikasi menjadi moko atau mobil toko. Ace EX2 bisa jadi pilihan. Kendaraan ini dijual berkisar 65-72 juta rupiah.

Kendaraan ini juga irit bahan bakar lantaran menggunakan mesin diesel ber-cc kecil, yakni 720cc. Ukurannya yang kecil juga dapat membuat biaya pembuatan karoseri dan kosmetik food truck ini menjadi lebih murah. Kombinasi ini membuat biaya pajak juga jauh lebih murah.

Strategi pemilihan lokasi 
Penghuni Kampus bisa memilih antara menempati lokasi yang sudah ramai, atau membuat lokasi menjadi ramai. Pertimbangannya, tempat yang sudah ramai dan strategis jarang memiliki tempat yang kosong, dan harga sewa tempat juga lebih mahal. Kalau menggunakan lahan yang belum begitu ramai, pengusaha dapat menggunakan strategi dengan cara mengajak pengusaha food truck lain atau bisnis lain seperti pengelola bazar untuk bersama-sama meramaikan tempat tersebut.

Strategi pemasaran
Sekarang zaman udah canggih banget deh! Kita bisa melakukan apapun tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar. Termasuk untuk memperkenalkan usaha kita kepada orang banyak. One click, and voila! Media sosial bertebaran untuk kita manfaatk semaksimal mungkin. Ada Facebook, Twitter, Instagram, Path dan lainnya.

Tertarik untuk membuka usaha food truck ini, Penghuni Kampus? Perlu diingat nih, sekalipun bisnis food truck kerap dimulai dari idealisme, sisi bisnisnya juga harus dihitung dengan cermat agar tidak terjadi pemborosan. Selamat mencoba, Penghuni Kampus!


*Penulis adalah mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Prodi Jurnalistik Multimedia Universitas Pancasila.

Editor: Shelma Aisya
Publish: 09 Desember 2015
Sumber : Sinar Harapan
Penulis/ Editor : Mona Sari Pratama*

4098 Tayang