SERUNYA NGGAK KEULANG

Interaksi Penghuni Kampus

Bagaimana perasaan lu saat ini?

D’Geprax, Lantunan Harmoni Barang Bekas

Barang-barang yang banyak dibuang orang, namun justru diakrabi oleh grup perkusi ini.

LINE it!
D’Geprax, Lantunan Harmoni Barang Bekas
D’Gprax adalah grup perkusi dari Universitas Sahid yang berdiri tanggal 10 Oktober 2006. Grup ini  dibentuk oleh Bima yang terinspirasi dari salah satu grup perkusi luar negeri, Stomp.

D’Geprax menyulap barang-barang bekas menjadi alat musik. Panci, ember, ban, velg, gentong air, adalah barang-barang yang banyak dibuang orang, namun justru diakrabi oleh grup perkusi ini. 

D’geprax beranggotakan enam personel, yakni Riki, Bajaj, Coky, Rian, Sabda dan Oji dari Unit Musik Universitas Sahid atau sering disapa Umus. Awalnya, Bima sempat frustasi karena Reja, Randi, dan Bajaj sebagai personel generasi pertama, sulit diatur. 

Pada penampilannya, D’Geprax memakai format sembilan personel, didukung oleh anggota lainnya, yakni Lia dan Citra dari angkatan pertama, dan angkatan kedua Febi dan Pepi. Sampai saat ini D’Geprax mempunyai tiga generasi.

D’geprax sering mengisi acara-acara di kafe dan kampus. Mereka pernah main bareng keyboardist Winner Band. Kolaborasi tersebut menggabungkan  antara musik perkusi dengan elektrik. Mereka juga pernah dikontrak oleh salah satu produsen tembakau pada Piala Euro 2008 yang mempertemukan Spanyol vs Jeman dan diminta masuk sebuah kontes pencarian bakat di stasiun televisi swasta.

Grup perkusi yang memanfaatkan kembali barang-barang bekas ini juga pernah mengajar anak-anak kecil, dari yang sekadar ingin tahu sampai berminat terhadap musik perkusi. Pada tahun 2013, D’Geprax pernah diminta melatih para buruh PT Nutricia Indonesia Sejahtera (NIS) yang saat itu punya acara kontes pencarian bakat. Dan, kawan-kawan buruh PT NIS keluar menjadi juara.

“Lebih sulit mengajar orang-orang pabrik dibandingkan dengan anak-anak kecil, karena mereka gampang emosi dan susah fokus pada saat latihan,” kata Oji.

Oji menambahkan, D’Geprax pernah mendapatkan panggilan untuk hadir di event perkusi di Malaysia. Namun, kendala teknis, seperti mepetnya waktu, pembuatan visa, dan lain-lain menghambat jalan berkesenian mereka.

Sampai saat ini, D’Geprax telah memiliki beberaa lagu ciptaan sendiri, di antaranya, “Jae”, “Metal”, “Matsadkul”, “Dugem”, “IGT”, “Yeko”, dan “Reggae”. Lagu-lagu itu terinspirasi dari berbagai macam kejadian. Misalnya “Matsadkul” yang terinspirasi dari anak-anak Universitas Sahid yang artinya masih ada kuliah.

Penghuni Kampus ingin tahu tentang D’Geprax lebih jauh lagi? Kunjungi akun Twitter mereka di @Dgeprax! Pst, mereka juga sangat terbuka lho, kalau Penghuni Kampus mau mengundang mereka untuk bermain musik perkusi di acara kampus kamu!


*Penulis adalah mahasiswa Teknik Grafika dan Penerbitan, Politeknik Negeri Jakarta
.

Editor: Shelma Aisya
Publish: 03 Desember 2015
Sumber : Sinar Harapan
Penulis/ Editor : Hardian Rukmana*

3650 Tayang