SERUNYA NGGAK KEULANG

Interaksi Penghuni Kampus

Bagaimana perasaan lu saat ini?

Tarian Nusantara yang Terancam Kelestariannya

Maestro kehilangan generasi penerus.

LINE it!
Tarian Nusantara yang Terancam Kelestariannya
Berdasarkan sensus terakhir yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2010, Indonesia tercatat memiliki 1.128 suku yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Kebayang banyaknya adat dan budaya yang ada di Indonesia. Sebagai anak bangsa, tentunya Penghuni Kampus bangga dong dengan keberagaman yang dimiliki Indonesia.  
Dari banyaknya suku bangsa tersebut melahirkan beragam budaya, salah satunya tarian tradisional. Bicara soal tarian, Penghuni Kampus tahu nggak nih, tarian dari daerah kalian masing-masing? 

Memang beberapa tarian dari daerah tertentu sudah dikenal oleh seluruh masyarakat Indonesia, ahkan tarian tersebut juga sampai dikenal mancanegara. Sebut saja Tari Pendet, Tari Reog Ponorogo, dan Tari Saman.

Tapi tahu nggak Penghuni Kampus, ada beberapa tarian daerah yang keberadaannya terancam hilang. Salah satunya penyebabnya adalah tak adanya generasi penerus yang bisa diwariskan tarian tersebut oleh sang maestro.

Tari Guel
Tari Guel berasal dari dataran Gayo, Aceh Tengah. Tariannya ini dipercaya berasal dari legenda Sengede dan gajah putih yang bercerita tentang putra Sultan Johor, Malaysia, yakni Muria dan Sengede. Tarian ini dimainkan oleh 8-10 perempuan dan 2-4 laki-laki. Dalam tarian, laki-laki menjadi primadona. Setiap gerakannya melambangkan pertarungan antara Sengede dan Gajah Putih, serta perlambangan cinta kasih terhadap alam. ]

Tari Dalling
Tari Dalling berasal dari Suku Bajau, Kalimantan Timur. Tarian ini dipertunjukkan untuk menyambut tamu kehormatan. Tidak jarang pada acara adat dan hajatan tarian ini juga dipertontonkan. Pada setiap pertunjukannya, tarian ini biasa dimainkan oleh setidaknya empat penari dengan diiringi irama musik gong, klenengan dan gendang rebana. 

Tari Rentak Besapih
Pertemuan keragaman etnis membentuk kesatuan, sehingga jadi bagian dalam jalinan kehidupan. Maka, muncullah tarian ini yang menggambarkan keragaman tersebut. Tarian asal Jambi ini dimainkan delapan hingga sepuluh orang penari yang menggunakan pakaian adat Melayu Jambi. Tari ini dipertunjukkan untuk upacara adat di Jambi. 

Sebenarnya masih banyak tarian di Indonesia yang terancam kelestariannya. Makanya, peran Penghuni Kampus dibutuhkan banget untuk melestarikan kebudayaan Indoneisa. Yuk kenal lebih jauh tentang budaya Indonesia, sebagai bentuk nyata bahwa kalian ini bangga menjadi bagian dari Indonesia!


*Penulis adalah mahasiswa Teknik Grafika dan Penerbitan, Politeknik Negeri Jakarta.

Editor: Shelma Aisya
Publish: 02 Desember 2015
Sumber : Sinar Harapan
Penulis/ Editor : Manesa Raditya*

2352 Tayang