SERUNYA NGGAK KEULANG

Interaksi Penghuni Kampus

Bagaimana perasaan lu saat ini?

Menari adalah Belahan Jiwaku

Menari membuat Sekar masuk Istana.

LINE it!
Menari adalah Belahan Jiwaku
Irama lagu Jawa sudah terdengar. Para penari bersiap di posisi masing-masing. Penari mulai bergerak dengan gemulai mengikuti irama lagu. Seorang gadis berparas ayu bernama Sekar Ayu Kinanti (20) memimpin tarian. Sekar sedang mengajarkan tari serimpi kepada adik tingkatnya di sanggar milik ibunya di Depok.

Sekar mulai menari sejak umur empat tahun. “Ketika taman kanak-kanak aku sudah mulai belajar menari. Ibu aku lulusan dari jurusan seni tari sehingga aku dari kecil sudah dididik untuk bisa menari,” kata Sekar. Sudah banyak tarian tradisional yang ia kuasai, mulai dari tarian asal Jawa, Sumatera, hingga Kalimantan.

Menari memberikan banyak pengalaman dan pelajaran hidup untuk Sekar. Dengan menari, ia belajar menjadi pribadi yang sabar, disiplin, dan penuh percaya diri. “Menari sangat penting karena menjadi hiburan tersendiri buat aku setelah seharian beraktivitas. Meskipun badan lelah, kalau sudah menari badan kembali segar lagi tidak berasa lelahnya. Menari sudah menjadi belahan jiwaku,” ucap Sekar sambil tersenyum malu-malu.

Sekar mengaku, ia sangat suka menari serimpi karena gerakannya sangat sulit dipelajari. Hal ini membuatnya tertantang untuk mempelajari tarian tersebut lebih dalam lagi. Ada peristiwa yang tidak akan terlupakan oleh Sekar ketika akan pentas tari serimpi. “Tari serimpi masih sangat tradisi. Seharusnya kalau mau menari serimpi itu diwajibkan puasa dahulu, tetapi kami tidak berpuasa karena sedang berhalangan. Ketika mau make up bedaknya tidak menempel pada wajah dan suasana ruangannya sangat panas. Ketika tampil gerakannya tidak sesuai pada saat latihan. Kata pelatih aku, wajah kami jadi berbeda ketika di atas panggung.”

Menari membuat Sekar bertemu beberapa tokoh penting di dalam maupun di luar negeri. Sekar dan kawan-kawannya sering mendapatkan tawaran menari di Istana Negara untuk menyambut hari besar nasional maupun tamu kenegaraan. Dalam waktu dekat ini, Sekar akan menari di Istana Negara untuk menyambut tamu negara dari Italia.

Saat ini Sekar sedang menempuh pendidikannya di Politeknik Negeri Jakarta, Jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan, Prodi Penerbitan (Jurnalistik) semester V. Sudah banyak prestasi yang ia peroleh di dunia seni tari, salah satunya juara pertama Lomba Tari Jawa Klasik se-Jabodetabek pada 2007. 

Sekar sangat bangga dengan kemampuannya menari karena ia bisa memperkenalkan dan melestarikan seni tari Indonesia. “Orang luar saja sangat bangga dengan budaya kita. Kita sebagai warga negara Indonesia harus lebih  bangga dan mampu melestarikan budaya kita sendiri. Kalau bukan kita yang melestarikannya siapa lagi?” kata Sekar menutup sesi wawancara.


Penulis adalah mahasiswa Jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan, Politeknik Negeri Jakarta.

Editor: Erha A. Ramdhoni
Publish: 01 Desember 2015
Sumber : Sinar Harapan
Penulis/ Editor : Arsiani Warsiki*

2495 Tayang