SERUNYA NGGAK KEULANG

Interaksi Penghuni Kampus

Bagaimana perasaan lu saat ini?

Shafa JKT48, Prioritaskan Tanggung Jawab

"Mengatur waktu dengan tanggung jawab yang bertambah adalah hal yang penting untuk diperhatikan," kata Shafa.

LINE it!
Shafa JKT48, Prioritaskan Tanggung Jawab
Mungkin dari kalian ada yang mengenal sosok bernama lengkap Fakhriyani Harrya Shafariyanti atau yang lebih dikenal Shafa. Hobi menari membuatnya bisa menjadi salah satu member JKT48 yang aktif sampai saat ini. Namun, siapa yang sangka bahwa perempuan yang banyak dikagumi pria ini ternyata menjadi salah satu penggawa Interaksi Penghuni Kampus (IPK) di Sinar Harapan. 

Remaja kelahiran 14 Juli 1995 ini magang di IPK untuk menyelesaikan salah satu syarat mata kuliahnya. Studi di Politeknik Negeri Media Kreatif atau yang lebih dikenal Polimedia dengan mengambil jurusan Fotografi menempatkan dirinya fotografer. “Memang mencari magang sesuai jurusan dan ternyata dapat panggilan interview dari Sinar Harapan,” tuturnya yang duduk santai sambil menunggu sesi foto profil untuk batch 3.

Info magang didapatnya dari media sosial. “Begitu melihat, langsung coba kirim CV deh. Awal interview ternyata bikin deg-degan juga ya. Tapi saat berlangsung ternyata yang interview masih muda-muda, jadi sedikit hilang deh deg-degannya,” tutur perempuan penyuka warna cokelat ini. 

Magang menambah aktivitas wajibnya sehari-hari, selain kuliah dan bekerja. “Ganggu kuliah sih pasti, tetapi itu pilihan. Jadi, harus tanggung jawab untuk kedua-duanya,” ujarnya. Tanggung jawab sangat diprioritaskan oleh remaja yang ternyata juga memiliki hobi makan ini. 

“Ada dimsum di daerah Pasar Minggu yang sudah jadi langganan. Saking seringnya, sekarang sampai kenal sama yang punya tempat makannya,” tuturnya menjelaskan salah satu hobinya tersebut. Ia menyebutkan, selain enak, dimsum di tempat itu juga nggak terlalu mahal. “Namun, makanan favorit tetap masakan mama di rumah dong,” katanya.

Saat ditanya pengalaman magang yang berkesan, perempuan bergolongan darah O ini menjelaskan dengan semangat. “Pernah suatu kali harus wawancara Seleb Kampus pukul 19.00 WIB. Aku ingat banget waktu itu hari Rabu awal kuliah dan ada presentasi sampai 17.30 WIB, alhasil buru-buru dong. Akhirnya, aku minta tolong teman untuk nganterin dari kampus biar nggak telat. Waktu itu berasa banget deg-degannya, kerja takut telat, tetapi untungnya keburu,” ujarnya panjang lebar. 

Ia juga menjelaskan, mengatur waktu dengan tanggung jawab yang bertambah adalah hal yang penting untuk diperhatikan. “Dari IPK aku belajar bagaimana kerja sama dalam tim, bagaimana komunikasi dengan rekan-rekan lain, dan terpenting belajar makin tanggung jawab.” 

Menurutnya, magang di IPK itu seru, nggak sesuai sama ekspektasi awal. “Kirain bakalan kaku magangnya. Saat awal bertemu teman-teman magang, ternyata semuanya seumuran. Begitu kenal, anaknya rame-rame. Terus karena berteman sama mereka, aku jadi mengerti caranya tahu siapa yang sudah baca chat di grup WhatsApp,” tuturnya. Shafa berharap IPK bisa terus eksis. Untuk batch 3, ia berharap semoga komunikasinya nggak terputus.

  
*Penulis adalah mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Jakarta.

Editor: Erha A. Ramdhoni
Publish: 27 November 2015
Sumber : Sinar Harapan
Penulis/ Editor : Juanda Rizki Utami*

2988 Tayang