SERUNYA NGGAK KEULANG

Interaksi Penghuni Kampus

Bagaimana perasaan lu saat ini?

Menjumpa "Passion"

Mengenal kemampuan diri lebih jauh lewat IPK.

LINE it!
Menjumpa
Setelah melihat iklan program magang di IPK, Siska Anggraeni atau yang lebih dikenal dengan Ika langsung mengirimkan CV-nya. Saat itu, posisi yang diincarnya adalah Desain Komunikasi Visual (DKV) dengan spesialisasi sebagai fotografer. Usut punya usut, ternyata cewek kelahiran 1993 ini mempunyai ketertarikan terhadap dunia fotografi. Sehari setelah mengirimkan CV, ia pun dipanggil untuk wawancara. Namun apa boleh buat, Ika harus menuai kekecewaan. Posisi fotografer yang ia idam-idamkan ternyata sudah ditempati orang lain. Walaupun harapannya untuk diterima sebagai fotografer kandas, Ika tidak patah semangat. Tawaran dari IPK untuk menjadi layouter atau penata letak di IPK pun diterimanya.

Kuliah di jurusan DKV, cewek yang mempunyai rambut cepak ini sudah terbiasa dikejar deadline sampai harus bergadang. “Gue ini jam tidurnya sudah terbalik. Kalau malam ngerjain tugas, paginya baru tidur.” 

Ia pun menambahkan, kopi sudah menjadi temannya di kala menyelesaikan tugas. “Pokonya kalau nggak ada kopi, gue nggak bakal kerja. Kopi itu sebagai moodbooster buat gue,” ujarnya. Ika menuturkan, kendala terbesar yang dialami memang apabila data yang dikumpulkan terlalu mepet dengan deadline. “Selang 3 hari bolehlah, jangan H-1! Gue kan jadi nggak punya free time!” katanya. 

Ketika ditanya terkait bidang tata letak yang diambilnya, cewek yang mempunyai gaya tomboi ini mengakui, “Awalnya gue ragu jadi layouter, apalagi selama ini portofolio yang gue kerjain semuanya tentang branding.” Namun, setelah beberapa kali menata letak halaman cetak IPK, anak pertama dari empat bersaudara ini sangat senang, bahkan merasa telah menemukan passion baru. 

“Di IPK ini gue jadi tahu, ternyata gue mampu dan nggak menemukan kesusahan sama sekali  jadi layouter. Gue jadi senang nge-layout. Gue merasa, passion gue di sini. Nambah deh kemampuan gue dari branding ke layout,” ucapnya sambil tertawa malu.

Walau tugas menjadi penata letak di IPK sering kali membuatnya kurang tidur, Ika yang mengidolakan Raffi Ahmad ini mempunyai prinsip teguh. “Kerja nggak boleh asal-asalan, nilai kuliah juga harus tetap bagus,” ucapnya. Tidak dapat dimungkiri, IPK mengambil peran besar dalam meraih cita-citanya. Setelah magang di IPK, kini cewek yang menyukai warna ungu dan merah tersebut malah memantapkan dirinya untuk bekerja di majalah sebagai penata letak. 

“Gue semangat kalau mau ke kantor ya karena teman-temannya asyik,” tutur Ika mengenai pengalamannya bersama teman-teman batch III saat magang di IPK.

Mengakhiri masa dua bulan magang di IPK sebagai penata letak, tidak lupa Ika menitipkan harapannya kepada batch IV, yaitu agar karya-karya IPK semakin berkembang dan terkenal. Ia juga berpesan kepada seluruh teman-teman batch III. “Walaupun nanti kalian pergi semua, kalau sudah pisah jangan sampai kita lost contact. Selalu jadi apa yang gue kenang,” ucapnya sambil tersenyum.


*Penulis adalah mahasiswa Teknik Industri, Unika Atma Jaya.

Editor: Erha A. Ramdhoni
Publish: 25 November 2015
Sumber : Sinar Harapan
Penulis/ Editor : Marcella Audrey*

2267 Tayang