SERUNYA NGGAK KEULANG

Interaksi Penghuni Kampus

Bagaimana perasaan lu saat ini?

Nggak “Baperan” di IPK

IPK jadi tempat menuntaskan ke-kepo-an Lisna.

LINE it!
Nggak “Baperan” di IPK
Penghuni Kampus sering membaca konten “Almameter IPK” di edisi cetak Interaksi Penghuni Kampus (IPK) Sinar Harapan? Kalau jawabannya iya, Penghuni Kampus pasti penasaran juga kan sama orang yang ada di balik hasil-hasil riset keren tersebut?

Adalah Lisna Yulianti, yang membuat Penghuni Kampus bisa mendapati berbagai hasil riset yang menarik. Menyukai dunia riset sejak duduk di bangku kuliah, Lisna akhirnya memilih rubrik IPK Sinar Harapan sebagai pemuas hasrat ke-kepo-an Lisna terhadap hal-hal di luar lingkungannya. 

Sejak dua bulan lalu, Lisna bergabung menjadi tim Content Research and Writer (CRW) di rubrik IPK. Lisna bertugas meriset hal-hal yang sedang happening ke beberapa Penghuni Kampus dari berbagai universitas di Indonesia.

Lisna mengakui, meski merupakan kegiatan favoritnya, melakukan riset kepada beberapa Penghuni Kampus adalah hal yang gampang-gampang susah. Jadi, agak bikin repot ketika jawaban dari angket yang disebar nggak maksimal.

“Repot kalau ada beberapa jawaban yang dijawab asal-asalan sama Penghuni Kampus. Mau nggak mau jawaban itu bakal nggak kepakai dan harus cari data lagi biar hasil risetnya maksimal,” cerita Lisna.

Tujuan magang cewek yang merupakan mahasiswa jurusan Geografi di Universitas Indonesia ini, selain memuaskan hasrat kepo-nya, adalah mengenal dunia media. Lisna bersyukur bisa terjun bersama teman-teman lain guna bekerja di media sesungguhnya.
“Kalau nggak ada IPK, mungkin sampai sekarang gue belom mengenal dunia media tuh kayak gimana,” ujar cewek kelahiran Tangerang, 2 Juli 1994, ini. 

Lisna juga sempat bercerita tentang salah satu cita-citanya yang ingin bekerja di lembaga litbang ternama di Indonesia. IPK menjadi batu loncatan Lisna dalam menggapai cita-cita yang bisa dibilang anti-mainstream dibandingkan cita-cita anak muda kebanyakan.

“Sumbangsih IPK besar banget buat hidup gue! Kesan positif gue bisa di IPK. Semoga IPK bisa menjadi batu loncatan gue buat kerja di media lainnya, salah satunya di lembaga litbang ternama di Indonesia,” kata Lisna.

Ia yang mengaku dirinya introvert dan galak juga bersyukur dipertemukan mentor-mentor dan teman-teman satu tim lain di IPK selama dua bulan belakangan. “Selama hidup, gue belum nemuin orang-orang yang kelakuannya kayak mentor dan teman-teman di IPK. Senang banget, mereka seru dan menyenangkan. Yang paling utama, mereka jauh dari yang namanya baper (bawa perasaan).” tutur Lisna.

Itu tadi cerita singkat Lisna, penggawa utama konten “Almamater IPK” rubrik Interaksi Penghuni Kampus. Seru banget kan? Ingin tahu Lisna lebih dalam? Ikuti aja aktivitas Lisna lewat Twitter di @lisnayulian ya, Penghuni Kampus.


Editor: Teodora Nirmala Fau
Publish: 20 November 2015
Sumber : Sinar Harapan
Penulis/ Editor : Putri Permata Nurmaningsih*

2255 Tayang