SERUNYA NGGAK KEULANG

Interaksi Penghuni Kampus

Bagaimana perasaan lu saat ini?

Tempat Nongkrong ala Anak 80-an vs 2000-an

Beda zaman, beda fungsi.

LINE it!
Tempat Nongkrong ala Anak 80-an vs 2000-an
Ada banyak cara anak muda mengatur strategi mereka dalam mengisi Sabtu malam. Salah satunya nongkrong bareng teman-teman di restoran. Remaja 80-an biasanya memanfaatkan waktu nongkrong bersama teman sebagai ajang silahturahmi sekaligus curhat. Sebab pada era tersebut belum ada media sosial yang marak seperti masa kita sekarang, Penghuni Kampus. Maka, teman menjadi salah satu andalannya.

Bagi anak-anak yang besar pada era 80-an, Lintas Melawai adalah salah satu tempat yang sangat sakral. Melawai jadi favorit remaja 80-an buat ngumpul bareng temen, mejeng, atau jalan-jalan sore alias JJS. Selain lokasi yang strategis, banyak tempat makan, pusat perbelanjaan sampai diskotek yang bikin remaja di zaman itu betah berlama-lama di Melawai. Selain jadi tempat nongkrong, ngobrol, Melawai bahkan bisa jadi arena cari jodoh. 

Beda tahun, beda life style, beda pula fungsinya. Bagi remaja 2000-an, nongkrong bareng teman dijadikan ajang saling “pamer”. Check in, share location, foto makanan, fokus pada gadget, dan selfie atau wefie. Itulah aktivitas yang kurang lebih dilakukan remaja 2000-an saat sedang bersama teman-temannya.

Untuk menentukan tempat hang out atau nongkrong, remaja 2000-an memiliki banyak pertimbangan. Tempat nongkrong yang sudah berubah fungsi, tidak hanya untuk makan dan bercengkrama saja, melainkan juga untuk foto-foto yang nantinya di-share ke media sosial. Kafe mewah dengan interior unik dan lucu bisa jadi pilih tempat nongkrong remaja masa kini. Sebutlah Nanny’s Pavillion, Dia.Lo.Gue, dan Playground. 

Perubahan adalah keniscayaan perguliran zaman. Nongkrong demi menunjukkan eksistensi di media sosial tak bisa serta-merta dihakimi salah. Namun alangkah lebih menyenangkan bisa mengobrol sambil menatap wajah-wajah orang terdekat. Sebab foto teman di media sosial bisa kita lihat kapan saja, namun mendapatkan momen bersama mereka tak terjamin akan selalu ada.


*Penulis adalah mahasiswa Ilmu Komunikasi, Universitas Pancasila.

Editor: Shelma Aisya
Publish: 18 November 2015
Sumber : Sinar Harapan
Penulis/ Editor : Sari Mona Pratama*

2665 Tayang