SERUNYA NGGAK KEULANG

Interaksi Penghuni Kampus

Bagaimana perasaan lu saat ini?

Berasa Nggak Magang

Berharap bisa "ngantor" dengan pakaian bebas.

LINE it!
Berasa Nggak Magang
Kalau membicarakan cita-cita, laki-laki dengan nama lengkap Muhamad Jarkasih ini sebenarnya ingin menjadi pemain sepak bola. “Tapi, bapak nggak pernah mengizinkan ikut sekolah bola. Bapak setujunya gue ikut voli,” tuturnya.  Karena itu, futsal menjadi hobi dan dia tidak akan menolak ketika ada yang mengajak bermain futsal. 

Hampir dua bulan pria kelahiran Bogor ini menunggu kabar bahwa ia diterima magang di Interaksi Penghuni Kampus atau biasa dikenal dengan sebutan IPK. “kebetulan pas bulan puasa kemarin, gue nyari-nyari tempat magang untuk syarat mata kuliah, tapi susah banget,” ujarnya. 

Sampai akhirnya, ia melihat di Sinar Harapan membuka kesempatan magang. “Gue kira udah nggak diterima juga di Sinar Harapan, nggak tahunya pas banget seminggu sebelum kuliah dipanggil untuk interview,” katanya.

“Kebetulan gue kuliah di daerah Jakarta Selatan, Universitas Tama Jagakarsa, Jurusan Ilmu Komunikasi jadi pas cari kantor di daerah Cikini nggak begitu bingung. Soalnya Stasiun Cikini nggak jauh dari kantor,” tuturnya. 

Berbekal peta online, laki-laki penyuka warna oranye ini sempat jalan kaki dari Stasiun Cikini sampai kantor. “Kirain nggak begitu jauh, eh ternyata lumayan juga,” serunya sambil tertawa.

Sesampainnya di kantor Sinar Harapan, pria yang di llingkungan kampusnya biasa dipanggil Jack ini diwawancara langsung oleh pemimpin program IPK. “Awalnya gue kira bakalan magang di bagian koran sorenya dan nggak tahu apa itu IPK. Ternyata gue ditempatkan di IPK, bagian Desain Komunikasi Visual,” tuturnya sambil memutar-mutar pulpen yang ada di tangannya. 

Banyak hal baru yang dipelajarinya ketika magang di IPK, terutama tentang beberapa software desain. “Untuk soal desain, gue banyak belajar dari koordinator gue (Refky Anria-red), Bang Eki ngajarin bagaimana cara memilih perspektif, cara memilih desain, dan lay out yang pas untuk menuangkan ide. Jangan sampai ada hal-hal yang nggak penting,” ucap pria kelahiran 23 Juli 1993 ini. 

Mengenai rasanya magang di IPK, ia menjawab, “Magang di IPK nggak berasa magang, berasanya malah jalan-jalan terus.

Tetapi, pas pertanyaan dikaitkan dengan deadline tugas, pria satu ini hanya sambil tertawa bilang, “Itu mah beda.” 

“Semoga nanti lulus kuliah dapet kerjaan di bidang DKV dan bisa ngantor dengan pakaian bebas kayak di sini, seperti di IPK. Peraturan ketat kan buat pekerjaan makin berat, tetapi tetap tahu tanggung jawab,” katanya sambil tersenyum.

Pria yang dari kecil tinggal di Bogor ini berharap, IPK ke depannya bisa menjadi inspirasi untuk kalangan anak muda, terutama Penghuni Kampus. Rasa kreativitas harus selalu ditingkatkan supaya IPK lebih menarik. 

“Bahasanya mungkin harus lebih dibuat interaktif, sebagaimana perkambangan bahasa yang ada di anak muda zaman sekarang, tetapi harus tetap mempunyai kontrol yang kuat,” katanya.  


*Penulis adalah alumni Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Jakarta. 

Editor: Teodora Nirmala Fau
Publish: 16 November 2015
Sumber : Sinar Harapan
Penulis/ Editor : Juanda Rizki Utami*

2403 Tayang