SERUNYA NGGAK KEULANG

Interaksi Penghuni Kampus

Bagaimana perasaan lu saat ini?

Nyasar ke Toko Besi

Karena magang di IPK, Pepe dapat bertemu dengan sang idola.

LINE it!
Nyasar ke Toko Besi
Gara-gara merasa hampir putus asa tak kunjung mendapat tempat untuk praktik kerja lapangan (PKL), Putri Permata Nurmaningsih yang akrab disapa Pepe mencari peluang magang melalui akun Ttwitter-nya, @putrioos. “Awalnya gue nyari gitu di Twitter, tapi bukan lewat akun-akun penyedia info magang. Gue searching di Twitter langsung pake keyword ‘magang jurnalis’ atau ‘magang writer’. Soalnya kan gue memang harus magangnya yang berkaitan sama writer,” cerita cewek yang lahir di Tangerang, 20 Desember 1994, ini.

Pepe adalah salah satu magangers di IPK batch III. Di batch III ini, Pepe magang di Divisi Content Research and Writer (CRW). Pekerjaan Pepe di CRW adalah membuat artikel-artikel menarik yang akan ditayangkan di web IPK. Beberapa tulisan yang ada di web IPK yang pernah Penghuni Kampus baca mungkin juga salah satu dari karya Pepe lho.

Pepe sangat menyukai dunia broadcasting. Hal itu merupakan impiannya sejak SMP. “Iya, awalnya gara-gara menonton acara di salah satu stasiun televisi swasta dan krunya ada yang ganteng banget. Dari situ jadi pengen masuk dunia broadcasting,” kata Pepe. 

Sayangnya, orang tua Pepe tidak mengizinkan anaknya yang gemar melahap sate padang tersebut untuk kuliah di jurusan broadcasting. “Broadcasting berat katanya,” ujar Pepe yang bercita-cita ingin menjadi CEO sebuah media massa.

Namun, sesuai dengan moto hidupnya, “positivity is the key”, Pepe pun selalu berpikir positif. Untuk tetap mengejar mimpinya terjun ke dunia broadcasting, Pepe mengambil jurusan yang tidak begitu jauh berbeda dengan dunia broadcast, yaitu ilmu komunikasi, peminatan komunikasi massa, Universitas Muhammadiyah Profesor Dr Hamka. 

Pepe aktif banget di IPK. Selain membuat artikel untuk web IPK, Pepe pernah turun meliput dan mewawancarai beberapa seleb kampus. Tantangan terberat selama magang di IPK ini, menurut Pepe, adalah rasa mager (malas gerak) dan mood untuk menulis.

Cewek yang merupakan fans berat Rayi RAN dan Ananda Omesh ini bilang, magang di IPK memberinya banyak sekali manfaat dan sangat berkesan. “Gue jadi bisa belajar dari senior-senior yang udah ahli soal komunikasi massa, jadi tahu tentang kerja di media juga. Terus karena IPK, gue bisa ketemu sama Omesh, idola gue,” tuturnya.
 
Pepe berharap IPK terus bisa menjadi wadah bagi anak-anak muda untuk mewujudkan cita-citanya terjun ke dunia media.

Ada pengalaman unik Pepe ketika hendak mengikuti wawancara magang. Ketika itu, Pepe berangkat menuju kantor Sinar Harapan menggunakan Go-jek. Pepe memilih Go-jek karena belum begitu mengenal daerah sekitar kantor Sinar Harapan. 

Sayangnya, Pepe malah nyasar ke toko besi dengan nama sama, Toko Besi Sinar Harapan. Dengan pedenya, Pepe berkata bahwa dia ke toko tersebut untuk memenuhi undangan wawancara dari IPK. Setelah bertanya-tanya lebih lanjut, ternyata Sinar Harapan yang dimaksud Pepe berbeda dengan toko besi tersebut. 

Nah, ini pelajaran buat Penghuni Kampus juga. Kalau mau wawancara magang atau kerja dan nggak tau daerahnya, ada baiknya Penghuni Kampus mengecek terlebih dahulu lewat aplikasi Google Maps atau Waze. Perhatikan jalan-jalan di sekitarnya dan bangunan apa yang paling terlihat di Google Maps yang bisa dijadikan patokan. Dengan begitu, Penghuni Kampus dapat meminimalkan kemungkinan nyasar ketika mau wawancara.


*Penulis adalah mahasiswa Geografi, Universitas Indonesia.

Editor: Teodora Nirmala Fau
Publish: 13 November 2015
Sumber : Sinar Harapan
Penulis/ Editor : Lisna Yulianti*

2255 Tayang