SERUNYA NGGAK KEULANG

Interaksi Penghuni Kampus

Bagaimana perasaan lu saat ini?

Mantap di Media

Masuk jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia karena salah tulis.

LINE it!
Mantap di Media
Selama magang di IPK Batch 3, Juanda Riski Utami atau yang lebih dikenal dengan Juju berperan sebagai penyunting . “Sebelumnya gue udah follow Instagram IPK. Begitu dapet info magang dari adik kelas gue, langsung deh gue kirim CV,” katanya. 

Saat proses wawancara, pria kelahiran Blora ini diminta untuk menyunting sebuah tulisan di koran. “Ternyata ada kebiasaan-kebiasaan menyunting baru yang berbeda di Sinar Harapan. Ilmu gue jadi nambah deh!” ujarnya. Juju mengaku sangat senang diterima magang di IPK. 

Usut punya usut, ternyata anak pertama dari empat bersaudara ini memang mengambil jurusan yang sesuai dengan perannya sebagai penyunting, yaitu Bahasa dan Sastra Indonesia. Namun, Juju mengakui ternyata peminatan yang sebenarnya ia incar adalah olahraga. “Gue pilih olahraga dan bahasa karena menghindari matematika dan bahasa Inggris. Walaupun gue juga belajar statistika, kan nggak dominan,” tuturnya panjang lebar.
Namun apa boleh buat, kesalahan menulis prioritas saat peminatan membawanya masuk ke jurusan Bahasa & Sastra Indonesia. “Gue harus merasa pilihan ini tepat. Gue harus bertanggung jawab dengan pilihan gue,” ucapnya. 

Ketidaksengajaannya masuk ke jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia menjadi awal mula dirinya jatuh cinta pada dunia teater. Sekarang pria yang menyukai warna biru langit ini aktif di komunitas Bengkel Sastra Jakarta. Bahkan pada 2012, Juju pernah menjabat sebagai ketua divisi penulisan. “Tapi sekarang jadi anggota aja sih, biar ada regenerasi. Kasih kesempatanlah sama yang lain,” katanya sambil tertawa.

Seusai magang, Juju yang menggemari musik santai dan mendayu ini semakin mantap mengarahkan dirinya untuk berkecimpung di media dan teater. Apalagi IPK sudah banyak memberi arahan bagaimana cara menyunting dengan baik dan benar. “Pastinya orang dengan pengalaman magang seperti ini lebih dipertimbangkan kalau melamar ke media,” ucap pria yang mengidolakan Pramoedya Ananta Toer ini dengan bangga. 

Ketika ditanya mengenai kesannya setelah magang, pria yang mempunyai makanan favorit kerak telor ini menjawab,  “Magang di IPK menyenangkan banget. Hal yang lebih seru lagi, gue bisa dapet ilmu baru. Salah satunya diajarin cara nulis feature sama Mbak Ida (salah satu redaktur di Sinar Harapan-red).” 

“Apalagi teman-temannya. Semoga komunikasi batch III nggak berhenti sampai di sini, banyak banget kenangannya,” tuturnya. Ia juga berpesan semoga IPK terus maju dan semakin merangkul para mahasiswa.  


*Penulis adalah mahasiswaTeknik Industri, Fakultas Teknik Unika Atma Jaya Jakarta.

Editor: Erha A. Ramdhoni
Publish: 12 November 2015
Sumber : Sinar Harapan
Penulis/ Editor : Marcella Audrey*

2173 Tayang