SERUNYA NGGAK KEULANG

Interaksi Penghuni Kampus

Bagaimana perasaan lu saat ini?

Muhammad Carlos: Nasionalisme Nggak Ada Hubungan dengan Bahasa Asing

Bahasa Inggris adalah salah satu bahasa yang mesti dimiliki semua orang.

LINE it!
Muhammad Carlos: Nasionalisme Nggak Ada Hubungan dengan Bahasa Asing
Di pekan ini, Penghuni Kampus akan bertemu Muhammad Carlos. Sosoknya yang selalu menebar senyum di sepanjang wawancara bersama tim Interaksi Penghuni Kampus (IPK) membuat kami seketika lupa waktu. Cowok kelahiran Lombok, 18 September 1994, ini sekarang sedang disibukkan dengan studinya di bidang teknologi informasi, di Binus University. 

Carlos yang pernah sempat menjalani student exchange di Amerika ini berbagi pendapat kepada tim IPK tentang fenomena TOEFL atau Test of English as A Foreign Language yang sekarang dijadikan salah satu syarat kelulusan pada berbagai universitas di Indonesia. Ia mengakui, TOEFL termasuk hal yang penting. Selain untuk edukasi dan kebutuhan pekerjaan nantinya, TOEFL juga salah satu cara seseorang mengetahui dan membuktikan sejauh mana kemampuan bahasa asingnya. 

Menurut Carlos, bahasa Inggris adalah salah satu bahasa yang mesti dimiliki semua orang, meskipun itu bukan bahasa sehari-hari yang digunakan. “Bahasa Inggris memang sudah bahasa internasional yang harus dimiliki semua orang,” ujarnya.

Lalu bagaimana dengan tes serupa, namun untuk bahasa Indonesia? Ia menuturkan, tes bahasa Indonesia juga tak kalah penting Penghuni Kampus. Kegunaannya sama seperti TOEFL dan tes bahasa asing lainnya. 

“Penting banget, apalagi buat orang-orang yang ingin masuk ke negara kita. It works both ways, tes bahasa Indonesia juga bisa menghilangkan superioritas orang-orang asing yang sudah terlabel di orang-orang kita,” tuturnya.

Membahas tentang bahasa asing pasti sarat dengan yang namanya nasionalisme nih, Penghuni Kampus. Menurut Carlos, berapa pun banyak bahasa asing yang dikuasai seseorang warga negara Indonesia bukan jaminan seseorang itu nggak nasionalisme.

“Jadi, yang membuat seseorang dibilang nasionalis adalah perspektif kita kepada negara sendiri, kontribusi apa yang kita lakukan. Ini nggak ada hubungannya dengan bahasa asing yang kita miliki. Bahasa hanya media. Bagaimana memikirkan masa depan lo untuk negara, itu baru nasionalis,” ucap Carlos.

Selain sedang disibukkan dengan kuliahnya, Carlos yang pernah menjadi runner up pertama ajang HiLo Green Ambassador ini sekarang juga mengelola gerakan sosial yang diberi nama Buku Kami Project. Buku Kami Project merupakan gerakan sosial yang berangkat dari dua isu mulai dari lingkungan dan human trafficking


*Penulis adalah mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka.

Editor: Teodora Nirmala Fau
Publish: 28 Oktober 2015
Sumber : Sinar Harapan
Penulis/ Editor : Putri Permata Nurmaningsih*

4110 Tayang