SERUNYA NGGAK KEULANG

Interaksi Penghuni Kampus

Bagaimana perasaan lu saat ini?

Dovi & Jovi “skinnyIndonesian24”: Enggan Putar Ulang Waktu

Di tengah kesuksesannya di dunia hiburan, siapa sangka Andovi dan Jovial nyatanya punya latar pendidikan yang sungguh jauh berbeda dengan pekerjaannya sekarang.

LINE it!
Dovi & Jovi “skinnyIndonesian24”: Enggan Putar Ulang Waktu
Siapa dari Penghuni Kampus yang hidup tanpa punya keresahan? Pasti rata-rata menjawab nggak ada. Begitu juga Seleb Kampus kita kali ini. Berawal dari keresahan akan sesuatu hal, kakak-beradik ini, Andovi dan Jovial da Lopez, merangkum dan mengemasnya melalui video blog (vlogging) menghibur yang dibagi lewat kanal Youtube mereka, skinnyindonesian24 sejak 2011.

Vlogging bertajuk Modus menjadi titik awal kesuksesan mereka. Bayangkan saja, pada bulan pertama video tersebut muncul, angka 5.000 sudah terpampang sebagai views count-nya. Andovi mengaku kaget karena memang saat itu, ia merasa bukan siapa-siapa. Hingga artikel ini ditulis, penonton video Modus sudah dilihat hampir 500.000 kali.

Sampai akhirnya, Raditya Dika yang merupakan penulis buku sekaligus sutradara kenamaan Indonesia melihat aktivitas vlogging Andovi dan Jovial hingga mengajak mereka terlibat langsung dalam penulisan naskah web series Malam Minggu Miko 2, yang waktu itu memang sedang digarap Radit.

Tak disangka, tidak hanya turut menulis naskah beberapa episode dari Malam Minggu Miko 2, Andovi yang saat itu masih berkuliah di Universitas Indonesia diberi kesempatan menggantikan posisi Ryan yang tak lagi bermain dalam web series tersebut. Jovial juga pernah ikut bermain, salah satunya dalam episode Cewek Basket Angeline.

Sejak saat itulah, kanal Youtube mereka kian populer. Ajakan bermain dan menulis naskah pada film-film yang kebanyakan bergenre komedi semakin mengalir kepada Da Lopez bersaudara ini.

Berbicara mengenai dunia kampus dan perkuliahan, ketika dua saudara ini ditanyai mengenai definisi kuliah asyik, Andovi dan Jovial menjawab kompak. Kuliah asyik versi Andovi dan Jovi tergantung siapa dosen yang mengajar. Penghuni kampus setuju tidak dengan Andovi dan Jovial?

Namun, pernyataan berbeda didapat ketika Tim IPK bertanya tentang definisi pekerjaan asyik menurut Andovi dan Jovial. Menurut Jovial, pekerjaan asyik yang ia dambakan adalah work and play. Jadi, sebuah pekerjaan dan tempat bekerja bisa dijadikan tempat bermain supaya mendorong kreativitas si pekerja tersebut. Lain lagi jawaban Andovi. Ia menuturkan, pekerjaan asyik adalah pekerjaan yang bisa menentukan jam masuknya sendiri.

Di tengah kesuksesannya di dunia hiburan, siapa sangka Andovi dan Jovial nyatanya punya latar pendidikan yang sungguh jauh berbeda dengan pekerjaannya sekarang. Andovi kini masih berstatus sebagai mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Sementara itu, Jovial telah selesai mengenyam pendidikannya di jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia.

Perbedaan antara pendidikan dan pekerjaan tidak menjadi masalah berarti bagi Andovi dan Jovial. “Nggak masalah kok kalau lo seneng dengan pekerjaan yang beda dengan jurusan yang lo ambil. Kebanyakan orang di Indonesia juga nggak bekerja sesuai keinginannya, nggak sesuai pula dengan passion-nya”, tutur Andovi yang mengaku menemukan passion entertaint-nya setelah berkuliah di Fakultas Hukum. 

Jika diberi kesempatan memutar waktu kembali ke masa-masa mereka bisa memilih pendidikan sesuai pekerjaannya, Andovi dan Jovial menjawab tidak mau. “Gue nggak mau. Siapa yang tahu masa depannya manusia? Ini sudah jalannya kayak begini kok. Ilmu-ilmu yang didapat di perkuliahan memang nggak diterapikan langsung di pekerjaan sekarang, tapi ada beberapa hal yang membantu buat berpikir jadi lebih logis pada sebuah pekerjaan,” ucap Jovial.

Nah Penghuni Kampus, memang nggak ada salahnya kalau kamu punya pekerjaan berbeda dari pendidikan yang telah kamu tempuh selama ini. Asal ada syaratnya, Penghuni Kampus harus bertanggung jawab dengan pilihan yang diambil. Jika sudah begitu, semuanya pasti berjalan sesuai keinginan Penghuni Kampus. 


Editor: Teodora Nirmala Fau

*Penulis adalah mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP, Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka.
Publish: 01 Oktober 2015
Sumber : Sinar Harapan
Penulis/ Editor : Putri Permata Nurmaningsih*

7311 Tayang