SERUNYA NGGAK KEULANG

Interaksi Penghuni Kampus

Bagaimana perasaan lu saat ini?

Bidang Kerja Beda dengan Jurusan Kuliah? Kenapa Nggak?

Banyaknya pilihan pekerjaan yang ada mungkin bikin bingung sebagian Penghuni Kampus untuk menentukan berkarier di bidang apa.

LINE it!
Bidang Kerja Beda dengan Jurusan Kuliah? Kenapa Nggak?
Beberapa Penghuni Kampus tingkat akhir pasti lagi galau dengan rencana kehidupan pascakampus. Ada yang berencana melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi, bekerja, atau bahkan menikah. Bagi yang mau melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi, mungkin galau soal pilihan universitas dan bidang yang ingin ditekuni. Begitu juga dengan yang berencana bekerja setelah lulus kuliah.

Penghuni Kampus mungkin bingung, kok buat kerja aja galau? Sekarang ini, pekerjaan yang ada banyak banget. Beberapa pekerjaan meminta lulusan dari bidang tertentu. Tapi, tetap ada juga pekerjaan yang terbuka bagi semua orang dengan latar jurusan yang berbeda-beda.

Banyaknya pilihan pekerjaan yang ada mungkin bikin bingung sebagian Penghuni Kampus untuk menentukan berkarier di bidang apa. Ditambah lagi, ada fenomena yang namanya “salah jurusan”. Ya, nggak semua mahasiswa menjalani kuliahnya dengan nyaman. Kadang, ada beberapa yang merasa salah jurusan karena kuliah yang dijalani nggak sesuai minatnya. Nggak jarang ini juga jadi pertimbangan Penghuni Kampus dalam mengambil keputusan soal pekerjaan yang diminati.

Berdasarkan hasil jajak pendapat yang dilakukan Tim IPK, sekitar delapan dari 10 mahasiswa saat ini merasa kuliah yang sedang dijalaninya sudah sesuai minat. Mereka juga ingin bekerja di bidang yang sesuai jurusannya. Ketika ditanyai pandangan Penghuni Kampus terhadap orang yang memilih bekerja tidak sesuai jurusannya, hanya sekitar 2,2 persen responden yang berpendapat hal itu menutup kesempatan orang lain. 

Sebanyak 59,3 persen responden berpendapat hal itu bukan menjadi masalah, selama memang minat dari orang bersangkutan. Sekitar 23,1 persen responden lain juga berpendapat hal itu tidak perlu terlalu dipusingkan selama gaji yang didapatkan cukup tinggi. Meski demikian, sekitar 15,4 persen responden menyayangkan keputusan tersebut karena mereka menilai ilmu yang didapatkan di perkuliahan menjadi sia-sia.

Jawaban para responden cukup beragam ketika ditanyai alasan seandainya bekerja tidak sesuai jurusan. Seperti yang diungkapkan Abun, mahasiswa Universitas Bina Nusantara. Ia ingin bekerja di bidang yang berbeda dari bidang kuliahnya saat ini karena tidak terlalu suka dengan materi perkuliahannya. 

Hal berbeda dikemukakan Yovita. Mahasiswi Universitas Indonesia ini ingin bekerja di bidang yang berbeda dari background pendidikannya, justru karena ilmu yang dipelajarinya merupakan ilmu multidisiplin. “Sayangnya pekerjaan di Indonesia lebih membutuhkan background ilmu yang template-nya diajarkan di perkuliahan,” ujar Yovita.

Dalam jajak pendapat ini, responden juga ditanyai soal pertimbangan dalam melamar kerja. Hasilnya, 41,8 persen responden berpendapat memilih melamar pekerjaan sesuai minat. Sebanyak 19,8 persen menyatakan pertimbangan dalam melamar pekerjaan adalah peluang yang tersedia. Namun, 14,3 persen responden lainnya memilih pekerjaan yang sesuai bidang jurusan yang dipelajari saat kuliah. 

Sekitar 13,2 persen responden melamar pekerjaan yang memungkinkan mereka mempelajari hal-hal baru. Sisanya 11 persen responden menyatakan gaji yang ditawarkan menjadi pertimbangan mereka dalam melamar pekerjaan.

Hal ini cukup menarik ya, Penghuni Kampus. Dari jajak pendapat yang berlangsung pada 17-20 September 2015 dan melibatkan 91 responden dari berbagai universitas di Indonesia, terlihat kecenderungan pemilihan pekerjaan justru berdasarkan minat. Selain itu, 81,3 persen responden lebih memilih bidang pekerjaan yang nggak sesuai jurusan dengan gaji tinggi. Di samping itu, 84,6 persen responden lebih memilih mengambil pekerjaan apa pun, yang penting bekerja setelah lulus kuliah.

Dari jajak pendapat tersebut, secara nggak langsung terlihat ada beberapa pertimbangan yang jadi acuan Penghuni Kampus dalam melamar kerja. Tiga faktor yang menjadi acuan utama yaitu minat, peluang, dan gaji. 

Bagaimana Penghuni Kampus, masih ragu soal pekerjaan? Semuanya kembali lagi kepada Penghuni Kampus. Apa pun pekerjaan yang dipilih, pastikan Penghuni Kampus nyaman menjalaninya. Itu karena pekerjaan yang dipilih sedikit banyak bakal berpengaruh terhadap kehidupan Penghuni Kampus.


*Penulis adalah mahasiswa Geografi, Universitas Indonesia.

Editor: Sekar Arum
Publish: 01 Oktober 2015
Sumber : Sinar Harapan
Penulis/ Editor : Lisna Yulianti*

7237 Tayang