SERUNYA NGGAK KEULANG

Interaksi Penghuni Kampus

Bagaimana perasaan lu saat ini?

Steve "Idol", Hobi yang Menghidupi

Menyanyi tidak hanya sebagai sebagai karier profesional bagi Steve, tetapi juga sebagai bentuk ibadah.

LINE it!
Steve
Seleb Kampus IPK pekan ini sudah tidak asing lagi untuk kita. Wajahnya pernah menghiasi layar kaca sebagai kontestan ajang pencarian bakat di salah satu televisi swasta di Indonesia pada tahun 2007.

Tidak cuma punya bakat di bidang tarik suara, cowok yang bernama lengkap Steve Andrie Wowiling ini juga memiliki passion di bidang olahraga. Bahkan cowok asal Manado merupakan atlet olahraga bela diri karate di tingkat nasional. Meskipun sudah tidak aktif menjadi atlet, olahraga tetap menjadi aktivitas rutin yang dilakukannya.

"Gue lagi aktif MMA (mixed martial arts). Kalau enggak olahraga, gue merasa tua," ujar cowok yang akrab disapa Steve ini.

Di dunia tarik suara, minat dan bakat cowok yang pernah juara modelling se-Sulawesi Utara ini justru baru diperdalam ketika mengikuti ajang pencarian bakat.

"Biasanya, nyanyi hanya di kamar mandi. Jadi, gue bingung kenapa bisa masuk ajang pencarian bakat. Dari situ gue sadar, gue punya kesempatan dan nggak boleh gue sia-siain," ungkap Steve.

Kesibukan Steve membuatnya kewalahan dalam membagi waktu antara kuliah dan karier hingga Steve terpaksa meninggalkan kuliahnya di Jurusan DKV Universitas Persada Indonesia Yayasan Administrasi Indonesia.

"Di umur 30 kita masih bisa kuliah. Ketika masih muda, kita harus berkarya," ujar Steve. Meskipun begitu, keputusannya untuk meniti karier didukung oleh keluarganya yang juga memiliki latar belakang di bidang musik.

Bagi Steve menyanyi tidak hanya sebagai sebagai karier profesional, tetapi juga sebagai bentuk ibadah dengan melakukan pelayanan. Steve aktif turun ke berbagai daerah pedalaman di Indonesia untuk melakukan pelayanan rohani, "Gue merasa senang dan sukacita pas nyanyi di pelayanan. Mungkin itu panggilan buat gue," tuturnya.

Selain meniti karier di bidang olah vokal, Steve juga mengembangkan bisnis kuliner dan refleksi yang dirintis bersama istrinya di bilangan Bekasi.

"Setiap usaha pasti ada risiko, tergantung cara kita meminimalisirnya," ucap Steve, berbagi pengalaman bisnis.

Walaupun telah sukses merintis karier di bidang tarik suara, Steve kembali melanjutkan kuliah di Harvest International Theological School.

"Gue mau membuktikan kalau gue gagal di mata kuliah itu bukan karena gue nggak bisa, tetapi memang karena kesibukan," ujarnya dengan tegas. 

Bagi Steve, unggul dalam akademis bukan menjadi faktor tunggal yang menentukan kesuksesan seorang, melainkan bagaimana mereka memaksimalkan passion mereka di bidang masing-masing.

“Sukses itu nggak bergantung Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), semua orang punya jalannya masing-masing, dan banyak jalan menuju kesuksesan,” tutup Steve.

*Penulis adalah mahasiswa Ilmu Politik, Universitas Indonesia.

Editor: Shelma Aisya
Publish: 23 September 2015
Sumber : Sinar Harapan
Penulis/ Editor : Dimas Wibowo*

17361 Tayang