SERUNYA NGGAK KEULANG

Interaksi Penghuni Kampus

Bagaimana perasaan lu saat ini?

Mencicipi Kawa, Secangkir Kopi dari Daun

Keunikan ini tidak terlepas dari sejarah Indonesia ketika dijajah Belanda.

LINE it!
Mencicipi Kawa, Secangkir Kopi dari Daun
Menjamurnya warung kopi dengan konsep modern di tengah perkotaan tidak lagi sekadar menawarkan kopi sachet yang rasanya standar. Beberapa meniru konsep tempat nongkrong franchise (waralaba) yang semakin menyebar di tengah kota. Mereka menawarkan sebuah lokasi untuk bercengkrama untuk Penghuni Kampus. 

Namun, kebosanan kemudian muncul ketika konsep modernisme yang dibangun oleh franchise tersebut dirasa sudah tidak sociable lagi untuk Penghuni Kampus. Gayung bersambut, beberapa entrepreneur muda lokal melihat kebutuhan akan sebuah tempat nongkrong yang berbeda mulai membuat warung kopi dengan konsep yang berbeda. Dimulai dengan menjual konsep kafe yang cozy, Instagram-able, hingga menjual kelokalan kopi dari daerah tertentu di Indonesia.

Salah satu kedai yang menjual kekhasan kopi daerah yakni Kedai Kawa Wahidin yang terletak di Jalan Dr. Saharjo No.102, Jakarta Selatan. Berbeda dari kedai kopi kebanyakan yang menjual kopi olahan dari biji kopi, Kopi Kawa berasal dari daun, tepatnya daun kawa. Keunikan ini tidak terlepas dari sejarah yang pernah menjadi bagian perjalanan Indonesia ketika dijajah Belanda. 

Ketika VOC menguasai pasar Indonesia, kopi termasuk komoditas yang penjualannya ikut diatur oleh mereka. Hal ini membuat masyarakat minang terdahulu yang sangat menyukai minuman kopi mencari alternatif. Akibatnya mereka menggunakan daun kawa untuk menyeduh sebuah minuman yang dirasa mirip dengan kopi. 

“Keinginan mengenalkan kopi ini kepada masyarakat luas menjadi dasar dalam mendirikan kedai ini. Selain untuk menyediakan tempat nongkrong, alternatif bagi yang butuh,” ujar Ferry, salah satu pemiliki Kedai Kawa tersebut. 

Nyatanya, keinginannya tersebut tercapai tatkala kedai yang baru berusia setengah tahun ini selalu penuh setiap harinya. “Untuk secangkir Kawa original, kami menghargainya 7.000 rupiah saja,” tuturnya.

Penghuni Kampus, siap mencicipi bentuk baru dari kopi? Kepoin di Instagram Kopi Kawa Wahidin!


*Penulis merupakan mahasiswa Sosiologi Universitas Indonesia.

Editor: Juanda Rizki
Publish: 20 September 2015
Sumber : Sinar Harapan
Penulis/ Editor : Panji Herlambang*

2292 Tayang