SERUNYA NGGAK KEULANG

Interaksi Penghuni Kampus

Bagaimana perasaan lu saat ini?

Pencetus Mata Kampus

“Nyatanya, apa yang gue dapat di IPK beda banget. Gue bisa ngerjain apa yang gue mau,” ucap Jeje.

LINE it!
Pencetus Mata Kampus
Melakukan kegiatan apa yang orang lain jarang atau tidak sukai adalah hobi sang content, research, & writer (CRW) IPK, Panji Herlambang. Terdengar aneh memang. Namun, mahasiswa Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Indonesia, ini benar-benar menyebut hobinya seperti itu.

Cowok yang lebih akrab disapa Jeje memilih IPK menjadi tempat magangnya untuk mendapatkan nilai di salah satu mata kuliah. Menurutnya, kegiatan pengenalan ke lingkungan kerja ini akan sama seperti umumnya, yakni menyibukkan diri dengan kegiatan sampingan dan menjadi pesuruh demi mengejar nilai kuliah. Tak bisa  mengelak, Jeje pun larut dalam kesenangan yang ia dapat di IPK. “Nyatanya, apa yang gue dapat di IPK beda banget. Gue bisa ngerjain apa yang gue mau,” ucap Jeje.

Bahkan Jeje menjadi pencetus suatu rubrik dalam IPK cetak dengan membuat Mata Kampus. Rubrik ini berisi foto-foto seputar mahasiswa. “Bisa dapat spot tersendiri dalam halaman cetak, yaitu Mata Kampus. Gue mengajukan ide tersebut waktu interview sebelum diterima magang,” kata cowok kelahiran 9 Mei 1995 ini.

Sebagai CRW, ia memang aktif dalam menggeluti pekerjaannya. Banyak tanggung jawab yang diberikan terhadapnya dalam menulis. Selain mengerjakan Mata Kampus, Jeje juga pernah mengerjakan rubrik di cetak, seperti, Almameter, Optional, Seleb Kampus, dan menulis artikel online. Saat ditanya prestasi apa saja yang telah ia gapai, ia pun merendah. “Belum mencapai puncak prestasi. Masih malu untuk mengungkapkannya. 

Dari banyak kontribusi yang diberikan ke IPK, ia merasakan apa yang dilakukannya masih kurang. Magang yang bersifat sementara alias hanya dua bulan ini masih terasa sangat sebentar untuk dapat mengembangkan kemampuan miliknya. 

Terbuai dengan keseruan IPK, ia pun berharap untuk bisa terus bersama IPK maupun Sinar Harapan. Namun untuk ke depannya, IPK dijadikan pengalaman dan berguna untuk menambah portofolionya demi melanjutkan kesempatan berkarya di bidang jurnalistik.


*Penulis adalah mahasiswa Ilmu Komunikasi, Universitas Bunda Mulia.
Editor: Erha A Ramadhoni
Publish: 03 September 2015
Sumber : Sinar Harapan
Penulis/ Editor : Whiwdon Jagad Uki*

1087 Tayang