SERUNYA NGGAK KEULANG

Interaksi Penghuni Kampus

Bagaimana perasaan lu saat ini?

Ketagihan Magang Gara-Gara IPK

“Di IPK menyenangkan, lebih santai, dan belajar juga. Jadi, dapat ilmunya.”

LINE it!
Ketagihan Magang Gara-Gara IPK
Penghuni Kampus yang ingin mencari pengalaman kerja atau magang, tepat banget mengulik edisi kali ini. Tim IPK akan membahas teman-teman Batch 2 yang sempat magang di IPK. Salah satunya ialah Ruly Pambudi yang lebih akrab disapa Uly. Cewek cantik ini berperan penting dalam melebarkan sayap IPK sebagai Communications Strategist.

Mahasiswi Jurusan Manajemen Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran ini awalnya sempat galau ketika mencari tempat magang. Ia telah lama mengajukan lamaran ke beberapa perusahaan, tetapi belum juga mendapat panggilan. Padahal, magang menjadi hal yang sangat penting baginya demi memenuhi nilai salah satu mata kuliah. Namun, sekalinya mendapat kabar panggilan magang, Uly justru mendapat dua tawaran sekaligus. 

“Itu hari gue galau karena belum diterima magang. Tapi sekali gue keterima, malah dapat dua tempat magang, salah satunya IPK,” ucap cewek berkerudung ini. 

Kabar yang baik itu pun melegakan rasa galaunya. Namun, bukan berarti perasaan Uly jadi tenang. Ia malah dilema karena ada dua pilihan tempat magang. Kebetulan tempat magang yang menerima Uly selain IPK adalah sebuah agency. Dalam agency tersebut, Uly mendapatkan jenis pekerjaan serupa dengan IPK dan sesuai dengan jurusan yang ia tekuni di kampus. Namun, atas pertimbangan matang dengan orang tuanya, ia memilih mengambil tawaran magang di IPK.

Bedanya dari tempat magang kebanyakan, IPK menggunakan cara asyik dengan berkelompok. Itulah yang menjadi alasan Uly bergabung dengan IPK, “Karena ber-batch (kelompok), jadi temannya banyak,” ucap cewek kelahiran 1 Maret 1994 ini. 

Orang tua Uly juga lebih menganjurkannya magang di IPK karena IPK merupakan bagian dari harian sore Sinar Harapan yang sudah sangat dikenal orang tuanya. 

Gadis yang mempunyai hobi menyanyi, traveling, dan fashion design ini nggak menyesal pilih magang di IPK. Walau pada minggu pertamanya menjadi momen yang paling canggung, tapi akhirnya ia merasa enjoy dan have fun. Padahal, ekspektasinya terhadap magang adalah disuruh input data. Namun, IPK malah mempercayai kinerja Uly dengan ditunjuk sebagai leader dalam proyek kerja sama dengan clothing brand ternama di Indonesia.

Selain itu, mendengar teman Uly yang magang di salah satu agency membuat Uly merasa beruntung memilih IPK. Temannya bercerita bahwa magangnya hanya jadi pesuruh. Nah, Penghuni Kampus yang magang di IPK nggak akan seperti itu. Penghuni Kampus diajarkan dan sama-sama belajar, seperti yang Uly katakan, “Di IPK menyenangkan, lebih santai, dan belajar juga. Jadi, dapat ilmunya.”

Nah, magang di IPK menjadi kali pertama Uly mencicipi pengalaman kerja. Gara-gara suasana kerja di IPK yang serunya nggak terulang, ia jadi ketagihan untuk magang lagi di semester selanjutnya loh, Penghuni Kampus. 

“Ini magang pertama gue. Karena pengalaman magang di sini, gue jadi ingin magang lagi di semester selanjutnya,” tutur Uly. 

Magang yang seharusnya melatih kesiapan di dunia kerja dirasakan Uly berhasil dilakukan Tim IPK. Menurut gadis yang selalu tampil modis ini, teman-teman di IPK saling bekerja sama membantu suatu pekerjaan. Ia juga sangat mengapresiasi kehebatan para senior di Tim IPK, yang membuat IPK semakin keren. 

“IPK tuh seru! Yang keren itu senior-senior kita. Kak Radit, Mbak Ami, Bang Henry, Bang Eky, dan semuanya,” serunya.


*Penulis adalah mahasiswa Ilmu Komunikasi, Universitas Bunda Mulia.

Editor: Sekar Arum
Publish: 03 September 2015
Sumber : Sinar Harapan
Penulis/ Editor : Whiwdon Jagad Uki*

1406 Tayang