SERUNYA NGGAK KEULANG

Interaksi Penghuni Kampus

Bagaimana perasaan lu saat ini?

Magang “Nggak” Cuma Bikin Kopi? Demi Apa?

"... gue mengira awalnya magang akan menggunakan pakaian rapi, dengan heels, dan segala blouse yang harus gue pakai. Ternyata, ..."

LINE it!
Magang “Nggak” Cuma Bikin Kopi? Demi Apa?
Selalu tampil modis dan menjaga penampilannya menjadi sebuah kebiasaan dari gadis yang menjalani pendidikan Public Relation di Universitas Indonesia sejak 2013 ini. Kesehariannya sebagai mahasiswa Public Relation sedikit berbanding terbalik dengan kebiasaannya yang menjadi dancer di komunitasnya, VISMOD. Beberapa gelar juara disabetnya dalam kurun waktu satu tahun, seperti Juara 1 Piastro Dance 2014, Juara 3 Cosmogirl Dance Competition 2014, dan Juara 3 Lippo Mall Dance Competition 2015. 
“Bagi aku, menari itu adalah sebuah wadah untuk mengekspresikan emosi yang aku rasakan. Jadi, ya, enjoy saja melakukannya,” ujarnya.

Dara kelahiran Jakarta 21 tahun yang lalu ini awalnya mengira magang akan sedikit ribet dengan banyak aturan, tetapi tidak melakukan banyak hal. “Dengan basic Public Relation (PR) yang gue punya, gue mengira awalnya magang akan menggunakan pakaian rapi, dengan heels, dan segala blouse yang harus gue pakai. Ternyata, meskipun gue sebagai comunnication strategist atau kita biasa nyebut sebagai CS, nyatanya se-slow ini. Ke kantor bisa pakai kaus, flatshoes, bahkan menurut mentor gue kalau mau pakai celana pendek juga boleh,” tuturnya. Meskipun mendapat kebebasan, ia tetap berpakaian rapi untuk menjaga penampilannya.

“Di sini gue belajar bagaimana cara menjual sebuah produk yang benar-benar dimulai dari nol. Nggak banyak orang yang mengetahui tentang Sinar Harapan, apalagi IPK. Bahkan kalau gue nge-share sebuah tulisan di Line, teman-teman tuh pada nanya gitu, IPK apa sih.” Komentar teman-temannya itu yang kemudian menjadi sebuah pemicu untuk bisa menjual “lebih” sebuah produk yang bernama Interaksi Penghuni Kampus.

Kila, demikian ia biasa dipanggil, mengatakan bahwa pengalamannya magang di Sinar Harapan sebagai kru CS sangat bermanfaat dalam menambah nilai CV-nya sebagai seorang calon Public Relation. Ia sangat berharap bahwa semakin banyak orang yang mengetahui dan membaca IPK. Hal itu akan menjadi indikator yang menentukan keberhasilannya sebagai seorang communication strategist. “Menjadi PR di masa depan adalah salah satu impian gue. Jadi, gue sangat berharap bahwa IPK bisa berhasil dikenal. Jadi, gue punya sebuah pegangan yang bisa jadi kebanggaan gue.” Akhirnya, cewek yang suka menyebutkan kata “demi apa” untuk mengonfirmasi sesuatu ini menyebutkan magang di IPK lebih seperti main dan tidak terbebani. “Jangan takut untuk mencoba magang di IPK karena mentornya asyik-asyik dan bakal diajar benar-benar. Jadi, nggak ada kesempatan untuk takut salah. Yuk, gabung di Batch III!” ucapnya. 

Demi apa???


*Penulis adalah mahasiswa Sosiologi Universitas Indonesia.

Editor: Erha A Ramadhoni
Publish: 03 September 2015
Sumber : Sinar Harapan
Penulis/ Editor : Panji Herlambang*

985 Tayang