SERUNYA NGGAK KEULANG

Interaksi Penghuni Kampus

Bagaimana perasaan lu saat ini?

Tokoh Pendidikan Indonesia Sepanjang Masa

Penghuni Kampus yang sedang mengenyam pendidikan lebih tinggi, hanya mengetahui Ki Hajar Dewantara tidaklah cukup.

LINE it!
Tokoh Pendidikan Indonesia Sepanjang Masa
Berbicara tentang pendidikan di Indonesia tidak akan ada hentinya. Mulai dari masih ada sekolah yang kurang layak untuk kegiatan belajar mengajar hingga penghargaan anak Indonesia dalam meraih prestasi di kancah internasional bisa diperbincangkan. Namun, yang kadang terlupakan ketika berbicara tentang pendidikan adalah tokoh-tokoh yang menjadi inspirasi dan berperan besar dalam kemajuannya. Mungkin karena itu pula profesi sebagai guru sering dianggap sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Itu karena kontribusi mereka kerap kali ditidakacuhkan dan dianggap sebagai hal biasa.

Ketika berbicara mengenai tokoh pendidikan Indonesia, kebanyakan orang cuma tahu Ki Hajar Dewantara yang kerap disebut sebagai Bapak Pendidikan. Ia terkenal dengan slogan pendidikannya serta Taman Siswa. Buat Penghuni Kampus yang sedang mengenyam pendidikan lebih tinggi, hanya mengetahui Ki Hajar Dewantara tidaklah cukup. Nyatanya ada tokoh-tokoh pendidikan Indonesia yang namanya terus berkumandang hingga ke luar Nusantara, namun oleh pemuda bangsa sering dilupakan.

Berikut adalah beberapa tokoh yang berjasa bagi perkembangan pendidikan Indonesia dan namanya kian populer karena kontribusinya. Berbagai pergerakan dan inovasi dalam mengembangkan dan membangun pendidikan Indonesia yang lebih baik sudah mereka lakukan. Kini saatnya Penghuni Kampus mengetahui siapa saja mereka dan menangkap inspirasi yang mereka lontarkan. 

Anis Baswedan
Menteri pendidikan dan kebudayaan (mendikbud) ini merupakah salah satu tokoh dunia pendidikan Indonesia yang menorehkan sejarah dan prestasi membanggakan. Anies Baswedanlah tokoh yang membentuk gerakan Indonesia Mengajar. Penghuni Kampus sering mendengarnya, bukan? Kontribusinya dalam mengangkat semangat para pemuda untuk melakukan langkah nyata membangun pendidikan Indonesia patut diacungi jempol.

BJ Habibie
Presiden ketiga Republik Indonesia ini menjadi satu-satunya orang Asia yang berhasil menduduki jabatan nomor dua di perusahaan pesawat terbang Jerman. Habibie telah menyumbang berbagai hasil penelitian dan sejumlah teori ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang termodinamika, konstruksi, dan aerodinamika. Beberapa rumusan teorinya sangat terkenal dalam dunia pesawat terbang, seperti Habibie Factor, Habibie Theorem, dan Habibie Method.

RA Kartini
Raden Ajeng (RA) Kartini telah memberi cahaya bagi kaum perempuan pada masa kemerdekaan hingga saat ini. Berkat jasanya pula, perempuan Nusantara dapat lebih leluasa mengemban bangku pendidikan. Padahal dahulu, perempuan hanya kerap diidentikkan dengan tugas mengurus pekerjaan rumah, namun kini pendidikan perempuan sudah setara dengan kaum pria. Nama Kartini semakin menjadi perbincangan berkat tulisannya yang berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang”. 

Seto Mulyadi
Tokoh yang satu ini usianya sudah tidak muda lagi, namun selalu dipanggil dengan sebutan kakak. Seto Mulyadi merupakan seorang psikolog anak. Dalam dunia pendidikan Indonesia, ia berkontribusi memperkenalkan konsep sekolah alternatif dengan homeschooling. Homeschooling adalah konsep pendidikan atau pembelajaran yang dapat diselenggarakan selain di sekolah atau tempatnya disesuaikan dengan keinginan pembelajar. Ini menjadi solusi pendidikan bagi anak Indonesia yang memiliki jadwal padat sehingga membutuhkan waktu pengajaran yang fleksibel.

Sebenarnya masih banyak tokoh yang menghasilkan kontribusi besar bagi pendidikan Indonesia. Sayangnya ya mereka masih kurang dipedulikan dan sangat jarang diperbincangkan. Mungkin sudah saatnya Penghuni Kampus membicarakan mereka dan menyebarkan kontribusi mereka agar menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain. 

*Penulis adalah mahasiswa Ilmu Komunikasi, Universitas Bunda Mulia, Jakarta.

Editor: Teodora Nirmala Fau


Publish: 21 Agustus 2015
Sumber : Sinar Harapan
Penulis/ Editor : Whiwdon Jagad Uki*

7169 Tayang