SERUNYA NGGAK KEULANG

Interaksi Penghuni Kampus

Bagaimana perasaan lu saat ini?

Sarapan atau Makan Pagi?

Supaya tak memakan waktu lama, makanan yang dimakan harus sederhana dan tidak perlu dimasak terlalu rumit.

LINE it!
Sarapan atau Makan Pagi?
Penghuni Kampus, ternyata sarapan dan makan pagi berbeda loh! Sarapan berasal dari budaya Romawi Kuno. Bangsa Romawi kuno menganggap, makan cukup dilakukan sekali per hari dan dipilihlah makan siang. Itu karena makan terlalu banyak akan mengganggu kesehatan mereka. Meskipun begitu, bangsa Romawi rupanya juga tertarik dengan jamuan malam hari. Hal itu akhirnya membentuk dua pola makan, yaitu makan siang dan malam. 

Setelah terbiasa dengan pola makan yang dilakukan dua kali, akhirnya tradisi gereja lama tak memperbolehkan umatnya makan berat sebelum melakukan misa jam 10 pagi. Jadi, orang-orang hanya mengisi perutnya dengan secuil kue dan secangkir kopi hanya untuk mengisi energi. 

Seiring dengan berkembangnya waktu dan perindustrian, para buruh dituntut bekerja dari pagi buta. Mereka pun harus mengisi perutnya dengan tergesa-gesa supaya tak terlambat. Supaya tak memakan waktu lama, makanan yang dimakan mereka harus sederhana dan tidak perlu dimasak terlalu rumit.

Karena makanan yang dimakan sedikit dan terkesan hanya sebagai “alas perut” yang dalam KBBI disebut “sarap”, dipakailah kata “sarapan”. Kata “sarapan” mewakili kegiatan makan ringan nan singkat dari Penghuni Kampus di pagi hari. Nah, berbeda dengan sarapan, makan pagi adalah makan pada waktu pagi dengan porsi cukup yang mengenyangkan alias besar.

Sekarang Penghuni Kampus sudah tak terkecoh lagi dengan perbedaan sarapan dan makan pagi, bukan?  Baik itu makan pagi maupun sarapan, keduanya sama-sama penting, Penghuni Kampus. Memulai aktivitas dengan sarapan atau makan pagi akan meningkatkan konsentrasi kalian, apalagi makanan yang kalian makan adalah makanan yang bergizi. 

*Penulis adalah mahasiswa Ilmu Komunikasi, Universitas Bunda Mulia, Jakarta.

Editor: Ayu Maharani


Publish: 10 Agustus 2015
Sumber : Sinar Harapan
Penulis/ Editor : Whiwdon Jagad Uki*

5582 Tayang