SERUNYA NGGAK KEULANG

Interaksi Penghuni Kampus

Bagaimana perasaan lu saat ini?

Kegiatan Sosial Bukan Batu Akik

Firman memastikan GUIM berbeda dengan gerakan mengajar mahasiswa lainnya yang ada di Indonesia.

LINE it!
Kegiatan Sosial Bukan Batu Akik
Seleb Kampus kita yang satu ini terkenal di kampusnya karena prestasinya turut meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap pendidikan, terutama pendidikan yang layak bagi anak-anak kurang mampu. Ia adalah Zulnis Firmansyah, mahasiswa jurusan Sastra Indonesia di Universitas Indonesia. Ia terpilih menjadi Project Officer Gerakan UI Mengajar (GUIM) angkatan kelima. Cowok yang akrab dipanggil Firman ini juga aktif di kegiatan sosial lainnya, seperti Volunteerism Teaching Indonesian Children (VTIC) yang membawanya harus mengajar ke Malaysia, Agustus ini.

Cowok yang hobi menulis ini mengungkapkan, dengan mengikuti banyak kegiatan sosial, ia mendapatkan kepuasan tersendiri bila berhasil melakukannya dengan baik. Ia mengaku kepedulian terhadap kegiatan sosial, terutama dalam bidang pendidikan ini, muncul ketika ia melihat rendahnya kesadaran akan pendidikan yang ada di tempat tinggalnya.

“Teman-teman saya ya sama seperti saya, namun mereka nggak bisa lanjut ke kuliah,” tuturnya. Berangkat dari realitas pahit itulah Firman menggeluti kegiatan sosial di bidang pendidikan ketika kuliah, salah satunya melalui Gerakan UI Mengajar.

Gerakan UI Mengajar ini ia pastikan berbeda dengan gerakan mengajar mahasiswa lainnya yang ada di Indonesia. GUIM tak hanya mengajar anak-anak yang berada di daerah sasaran, tetapi juga membenahi sistem di sekolah tujuan. Tak hanya itu, GUIM membuat media pembelajaran kreatif yang menunjang anak tersebut bahkan membangun sarana MCK dan perpustakaan.

“Kita bukan pengajar yang hit and run. Nanti ada monitoring evaluasi setelah sebulan mengajar, apakah mereka berhasil atau tidak.” Itulah menurutnya yang membedakan GUIM dengan gerakan mengajar mahasiswa lainnya.

“Gerakan hit and run seperti ini sebetulnya baik karena masih ada yang peduli, tapi ya karena nggak sustain ya dampaknya seperti menyiram air di padang pasir.” Ia bersama rekan-rekannya berupaya membuat sebuah payung organisasi untuk gerakan mengajar mahasiswa seluruh Indonesia agar lebih baik kualitasnya dan memiliki sistem yang baik pula.

“Prospek gerakan sosial itu selama ada orang yang ingin terlibat dan menjalankannya, gerakan itu nggak akan mati, karena selalu aja ada isu-isu terbaru. Nggak seperti batu akik yang musiman, begitu lewat masanya nggak ada lagi, karena pasti ada aja yang membutuhkan ini,” ujarnya.

Firman juga berharap seluruh masyarakat menyadari bahwa pendidikan adalah sebuah investasi dan juga modal utama, terlebih karena Masyarakat Ekonomi ASEAN akan diterapkan di Indonesia. “Pendidikan penting, karena saingannya nggak cuma orang Indonesia, tapi juga luar negeri.”

Nama Lengkap: Zulnis Firmansyah (Firman)
Instagram: zulnisfirmansyah
Twitter: zulnisfirman33
Lahir: Jakarta, 20 Juni 1991
Kuliah: Sastra Indonesia, Universitas Indonesia

3 Words 2 Describe
“Kuliah, Kerja, Nyata.” – Akbar Prabowo, Sastra Indonesia UI
“Lawak, Tenang, Oportunis.” – Ghasani Shabrina, Kriminologi UI
“Gigih, Aktif, Kreatif.” – Tirta Pangestu Putri, Sastra Inggris UI

*Penulis adalah mahasiswa Program Studi Inggris, Universitas Indonesia.
Publish: 06 Agustus 2015
Sumber : Sinar Harapan
Penulis/ Editor : Juaneitta Tyas Damayanti*

2578 Tayang