SERUNYA NGGAK KEULANG

Interaksi Penghuni Kampus

Bagaimana perasaan lu saat ini?

Lima Mitos Musik Metal yang Salah Kaprah

Jangan sampai Penghuni Kampus juga salah.

LINE it!
Lima Mitos Musik Metal yang Salah Kaprah
Penghuni Kampus harus berhati-hati mengartikan aliran musik metal. Itu karena banyak yang salah kaprah menilainya. Jangan sampai Penghuni Kampus termasuk yang salah mengartikannya, ya. Kesalahpahaman pandangan aliran musik ini dapat diketahui Penghuni Kampus lewat penjelasan lima mitos musik metal yang sering dinilai secara salah oleh orang awam. 

Pemuja Setan
Beredarnya mitos musik metal adalah musik yang mempromosikan satanisme, kadang meresahkan penikmat musik metal. Sebenarnya, genre musik dengan citra satanisme bukanlah aliran metal pada umumnya. Aliran itu sering disebut Black Metal. Nama black metal diambil dari album band Venom yang berjudul Black Metal.

Penghuni Kampus, meskipun musisi metal, seperti Slayer, Cannibal Corpse, dan Morbid Angel berfitur satanisme, ternyata sangat sedikit musisi black metal yang benar-benar memiliki keyakinan satanisme. Hal tersebut hanya digunakan dalam musik mereka atau profesianalitas. Jadi, Penghuni Kampus jangan langsung menilai semua personel band metal itu menyembah iblis.

Identik dengan Kriminal
Musik metal kerap dianggap sebagai stimulus aksi kriminal. Kebanyakan band-band metal memang memiliki lirik kekerasan, seperti yang dimiliki band Cannibal Corpse. Mereka terkenal karena lirik mereka yang sering menggambarkan pembunuhan, kematian, dan fetisisme seksual.

Perlu diingat Penghuni Kampus, lirik kekerasan pada musik metal yang diciptakannya telah dinyatakan untuk tidak dianggap serius dan dianggap sebagai seni saja.

Rasis
Mitosnya, musikus metal menganut rasisme dan berideologi sangat berbeda dari orang awam. Dalam musiknya, mereka sering melontarkan ras atau kelompok etnis tertentu lebih baik atau lebih buruk daripada yang lain. Hal itu dianggap umum sebagai penampilan panggung.

Salah satu musisi metal yang melakukan hal tersebut adalah mantan vokalis Gorgoroth Gaahl. Selain sebagai penyuka sesama jenis, ia sangat rasis dalam aksi panggungnya. Meskipun begitu, ia tidak melakukannya dalam kesehariannya. 

Pengaruh Buruk bagi Anak
Meski banyak orang mengatakan musik metal meracuni pikiran anak-anak dan remaja, musik metal dapat dijadikan cara santai untuk mengatasi stres pada anak dan remaja. Bahkan, penelitian dari University of Queensland mengungkapkan, musik metal dapat mengalirkan energi positif atau semangat untuk bangkit lagi.

Hanya Bisa Teriak
Penghuni Kampus pasti pernah mendengar seseorang bertanya dengan kalimat “itu menyanyi atau kumur-kumur?” dalam suatu pertunjukan musik metal. Pertanyaan itu sebenarnya sangat mengganggu penggemar metal loh. Itu karena menjadi vokalis metal nggak segampang yang kalian pikir.

Meski teriak dianggap suatu hal yang mudah dilakukan dan sederhana, teknik vokal musik metal ternyata sangat beragam. Mulai dari teknik menggeram, berteriak, serta menjerit, semuanya membutuhkan latihan keras dan rutin. Jadi, jangan dianggap remeh ya, Penghuni Kampus!

Penulis adalah mahasiswa Ilmu Komunikasi, Universitas Bunda Mulia, Jakarta

Editor: Ayu Maharani

Publish: 30 Juli 2015
Sumber : Sinar Harapan
Penulis/ Editor : Whiwdon Jagad Uki*

3800 Tayang