SERUNYA NGGAK KEULANG

Interaksi Penghuni Kampus

Bagaimana perasaan lu saat ini?

Supaya Nggak Gugup ketika Sidang Skripsi

Ingat-ingat, dosen penguji itu bukan monster kok.

LINE it!
Supaya Nggak Gugup ketika Sidang Skripsi
Penghuni Kampus pasti senang dong jika hasil penelitian skripsinya sudah disetujui dosen pembimbing dan siap buat naik sidang. Cuma ketika membicarakan masalah sidang, tak jarang Penghuni Kampus akan merasa tiba-tiba sakit perut atau pusing. Kalau kamu termasuk yang mengalaminya, lebih baik menyiapkan jiwa dan raga biar ketika sidang Penghuni Kampus nggak pingsan mendadak di depan para penguji.
 
Sidang memang akhir dari kesengsaraan menyandang gelar mahasiswa semester akhir. Setelah proses yang satu ini; liburan panjang, wisuda, hingga lowongan pekerjaan siap menantimu. Jadi sebisa mungkin, Penghuni Kampus harus menampilkan presentasi optimal supaya hasil skripsimu dapat tersampaikan dengan baik.
 
Biar Penghuni Kampus bisa nampang dengan percaya diri di depan para penguji, kegugupan harus dihilangkan. Berikut beberapa cara supaya gugupnya Penghuni Kampus saat sidang skripsi bisa memudar.
 
1. Rutin Minum Air Putih
Air putih dapat memperlancar aliran darah. Meminum air putih dipercaya juga dapat mengembalikan energi yang telah terbuang dan membuat seseorang lebih cepat berpikir. Nah, dengan minum air putih sebelum sidang, diharapkan Penghuni Kampus jadi lebih responsif untuk menjawab segala pertanyaan yang dihibahkan para penguji.
 
Tentu saja Penghuni Kampus jangan sok minum air putih di depan penguji. Bukannya makin percaya diri, cara itu bisa membuat Penghuni Kampus dicecar karena dianggap tidak sopan. Kalau sudah begitu, Penghuni Kampus bisa jadi makin gugup deh.
 
2. Latihan Bicara
Sidang adalah waktunya menyampaikan hasil skripsi milik Penghuni Kampus. Otomatis diperlukan pelafalan yang jelas agar materinya tersampaikan dengan baik. Jangan sampai bicara Penghuni Kampus malah terlihat seperti orang sedang kumur-kumur.
 
Bicara yang ragu-ragu bisa membuat penguji menjadi sangsi terhadap kemampuan Penghuni Kampus jadi mereka semakin melontarkan banyak pertanyaan. Karena itu, sebaiknya Penghuni Kampus mulai latihan berbicara di depan kaca atau teman-teman terdekat. Pastikan suaramu lantang dan penuh keyakinan supaya para penguji ragu-ragu mematahkan argumen Penghuni Kampus.
 
3. Buat “Slide” Menarik
Penghuni Kampus bisa memasukkan inti dari penelitian skripsi dalam bentuk slides yang menarik. Pastikan tiap slides berisi paparan yang penting dan menjawab tujuan masalah penelitian. Slides biasanya memang diminta saat seseorang mempresentasikan hasil skripsinya. Manfaat lainnya, ini dapat menjadi sontekan saat otak Penghuni Kampus tiba-tiba hang ketika berhadapan dengan para penguji.
 
Buatlah slides semenarik mungkin agar perhatian penguji bisa sedikit teralihkan. Pengalihan ini perlu karena mata penguji yang terlalu fokus menatap Penghuni Kampus akan membuat kakimu gemetar akibat merasa gugup dan tidak nyaman.
 
4. Jangan Berdiri di Satu Tempat
Bergerak akan membuat Penghuni Kampus dapat mentransfer kegugupanmu ke benda-benda di sekitar. Dengan bergerak, Penghuni Kampus juga bisa enak mengambil jeda antarkalimat tanpa perlu terlihat ragu. Sebaliknya, diam di satu tempat akan membuatmu kikuk dan bingung menanggapi reaksi dari para penguji.
 
Gerakan-gerakan tangan dan kaki pun bisa mengurangi  ketegangan sebab Penghuni Kampus jadi tidak terlalu memperhatikan mimik dosen. Namun, harus diperhatikan pula bahwa jangan terlalu heboh melakukan gerakan karena itu akan membuat penguji risih dan malah menegur Penghuni Kampus.
 
5. Kuasai Materi
Percuma deh tampil percaya diri kalau Penghuni Kampus tidak menguasai materi yang disampaikan. Bagaimanapun, ini kan hasil penelitianmu. Jadi, selayaknya Penghuni Kampus mengerti segala yang ada di dalamnya. Kalau yakin dan menguasai isi skripsi, Penghuni Kampus pasti tidak akan takut mengenai pertanyaan yang akan dilontarkan para penguji.
 
Membuat skripsi itu selama berbulan-bulan bisa jadi membuat Penghuni Kampus lupa terhadap beberapa poin penting yang ada di dalamnya. Giliran ditanya dosen, Penghuni Kampus cuma bisa meringis dan kikuk. Jadi sebaiknya, baca ulang isi skripsinya supaya Penghuni Kampus makin percaya diri ketika sidang.

Para penguji itu bukan monster yang menakutkan kok. Mereka ada biar kamu bisa dapat gelar sarjana. Jadi, nggak ada alasannya tuh Penghuni Kampus merasa gugup berhadapan dengan mereka. Anggap saja pertanyaan-pertanyaan mereka yang memacu Penghuni Kampus semakin kritis sebelum menghadapi ujian sebenarnya dalam hidup pascakampus. Apalagi, pertanyaan-pertanyaan mereka pastinya soal penelitian Penghuni Kampus kan, yang notabene paling mengetahui isinya sebab menjadi pelaku utama penelitian tersebut.

Editor: Erha A Ramadhoni
Publish: 28 Juli 2015
Sumber : Sinar Harapan
Penulis/ Editor : Teodora Nirmala Fau

4874 Tayang