SERUNYA NGGAK KEULANG

Interaksi Penghuni Kampus

Bagaimana perasaan lu saat ini?

Fasilitas Liburan, Beda Harga Beda Cerita

Terkadang, fasilitas liburan yang harganya terjangkau tidak menawarkan kenyamanan yang diharapkan.

LINE it!
Fasilitas Liburan, Beda Harga Beda Cerita
Bicara soal momen yang paling ditunggu setiap orang, apalagi kalau bukan liburan? Tak jarang Penghuni Kampus menghabiskan waktu liburan dengan berwisata ke tempat-tempat wisata yang kalian anggap bagus, tapi dengan harga yang sangat terjangkau. Namun terkadang, fasilitas liburan yang harganya terjangkau tidak menawarkan kenyamanan yang diharapkan. Nah, di bawah ini sudah dirangkum hal-hal apa saja yang sering dikeluhkan Penghuni Kampus ketika mendapatkan fasilitas yang zonk.

1. Toilet Kotor
Ini nih yang paling sering dikeluhkan oleh banyak orang. Sering kali penginapan yang sangat murah menyediakan kamar mandi yang ala kadarnya banget. Masih mending kalau ala kadarnya tetapi bersih, kalau sudah ala kadarnya lalu jorok? Sulit ditoleransi, bukan? Alhasil, kegiatan mandi dan buang air jadi terasa sangat tak nyaman. 

2. Hotel Horor 
Definisi hotel horor tak hanya hotel yang banyak “penghuninya” loh, Penghuni Kampus. Hotel horor yang dimaksud adalah hotel yang tak banyak kena sinar matahari, sehingga meskipun di siang hari, suasanya gelap dan lembap. Kalau sudah lembap, biasanya aroma hotel juga kurang enak. Itulah yang meninggalkan kesan horor pada hotel. 

3. Keamanan 
Keamanan sangat diperlukan saat liburan, terutama aman dari pencurian, penculikan, pelecehan, dan tentunya pembunuhan. Jangan sampai hal itu terjadi! Tak hanya itu, Penghuni Kampus juga pasti membutuhkan keamanan dari bahaya bencana alam yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

Tak jarang wisata murah kurang peduli dengan keselamatan, seperti tak adanya satpam penginapan, fasilitas emergency exit, perahu yang tak menyediakan pelampung, tidak tersedianya tim penyelamat, khususnya di daerah pegunungan dan laut, serta letak tempat wisata yang jauh dari kantor polisi. Kalau sudah begitu, liburan pun bakal terganggu rasa was-was.

4. Tak Sama dengan Iklannya
Kecanggihan teknologi dan kecakapan tim pemasaran bisa menyulap gambar destinasi liburan murah yang biasa saja menjadi seindah nirwana. Tak sedikit wisatawan yang merasa tertipu dengan perbedaan yang mencolok antara kenyataan dan gambar di iklan. 

Kalau sudah begitu, ungkapan “ada harga ada barang” jadi berlaku lagi ya, Penghuni Kampus?

*Penulis adalah mahasiswa Sosiologi Universitas Indonesia

Editor : Ayu Maharani
Publish: 23 Juli 2015
Sumber : Sinar Harapan
Penulis/ Editor : Yovita Octafitria*

2860 Tayang