SERUNYA NGGAK KEULANG

Interaksi Penghuni Kampus

Bagaimana perasaan lu saat ini?

Naik Gunung? Tiga Hal Ini Penting Kamu Siapkan

Penghuni Kampus perlu mengetahui navigasi, medis, penyelamatan, serta komunikasi dan dokumentasi.

LINE it!
Naik Gunung? Tiga Hal Ini Penting Kamu Siapkan
Kegiatan hiking atau mendaki gunung sekarang sedang jadi tren nih, Penghuni Kampus. Banyak remaja laki-laki dan perempuan yang berlomba-lomba menancapkan bendera di puncak tertinggi sembari menikmati pemandangan yang  luar biasa menakjubkan. Animo mahasiswa dalam mendaki gunung sebenarnya tak lepas dari film 5 cm yang pernah diputar pada tiga tahun silam. Nah, supaya acara mendaki kalian sehebat dan sesukses adegan film tersebut, simak tips mendaki di bawah ini.

1.Riset
Kebanyakan orang tidak peduli dan menganggap remeh hal yang satu ini. Padahal, riset lokasi pendakian sebenarnya bermanfaat banget, Penghuni Kampus. Dengan riset, kita bisa mengetahui estimasi waktu tempuh pendakian, cara masuk dan keluar kawasan gunung, hingga kondisi ekosistem gunung yang akan didaki. 

Riset juga mempermudah kita mengatasi keadaan darurat nantinya karena kita sudah mengetahui lokasi penduduk yang bisa memberi pertolongan. Intinya sih, riset itu benar-benar penting, Penghuni Kampus.

2. Manajemen Perjalanan
Salah seorang toku (senior) di Mapala UI, yaitu Bang Agi, pernah mengatakan, ada dua jenis survival ketika pendakian, yaitu hidup sulit dengan barang seadanya yang ditemukan di gunung atau dengan membuat manajemen perjalanan yang baik. Mendingan yang kedua kan, Penghuni Kampus?

Ada dua hal dalam manajemen perjalanan, yaitu teknis dan nonteknis. Soal teknis, Penghuni Kampus perlu banget mengetahui navigasi, medis, penyelamatan, serta komunikasi dan dokumentasi. 

Navigasi berarti segala hal yang berhubungan dengan cek point atau pos pendakian yang tersedia di sepanjang jalan menunju puncak gunung supaya kita tidak tersesat. Kalau medis, erat kaitannya dengan segala kecelakaan yang terjadi di hutan, seperti luka akibat duri, gigitan hewan, sampai hipotermia yang kerap menghampiri para pendaki.  Jadi, Penghuni Kampus harus paham pertolongan pertama jika berada di kondisi itu.

Kondisi alam yang sering berubah bisa mengakibatkan disorientasi medan, yaitu jatuh ke jurang karena tersamarkan kabut tebal. Dalam hal ini, rescue atau penyelamatan sangat berperan penting, Penghuni Kampus. Komunikasi dan dokumentasi pun harus digerakkan supaya rasa solid muncul dan Penghuni Kampus pun punya kenang-kenangan perjalananan yang keren! 

Nah, untuk nonteknisnya, yaitu perizinan, transportasi, dan bekal perjalanan, jangan sampai lupa dipersiapkan juga ya, Penghuni Kampus! Nggak asyik bukan kalau kalian udah semangat-semangat untuk hiking, tapi ternyata kawasan yang dituju dilarang untuk umum?
 
3. Persiapan Fisik dan Mental
Wah, ini juga krusial, Penghuni Kampus. Kalau teknis dan nonteksnis manajemen perjalanan udah disiapkan, tapi kita lupa mempersiapkan fisik dan mental, semuanya bakal percuma.  Mendaki sangat membutuhkan kondisi fisik yang kuat. Jadi,  ada baiknya kalian rajin minum vitamin dan berolahraga sebelum pergi. Keberanian juga berperan penting loh, Penghuni Kampus. Ingat, di gunung nanti kondisinya bakal gelap, dingin, dan banyak binatang liar. Jadi, lebih baik kalian latih dulu adrenalin kalian. 

Meskipun mendaki gunung itu terlihat seru, jangan sampai kita melupakan tiga tips penting di atas ya, Penghuni Kampus. Sampai jumpa di puncak gunung!

*Penulis adalah mahasiswa Sosiologi Universitas Indonesia yang tergabung dalam Mapala UI.

Editor : Ayu Maharani
Publish: 23 Juli 2015
Sumber : Sinar Harapan
Penulis/ Editor : Panji Herlambang*

3537 Tayang