SERUNYA NGGAK KEULANG

Interaksi Penghuni Kampus

Bagaimana perasaan lu saat ini?

Dinda Pavitadini Si Cewek Pantai

Bakat menari membawanya ke Myanmar.

LINE it!
Dinda Pavitadini Si Cewek Pantai
Seleb Kampus kita pada edisi ini adalah Dinda Pavitadini (20), mahasiswi Kalbis Institute. Tak hanya berprestasi akademis, ia juga berprestasi di seni tari. Cewek kelahiran Jakarta, 8 Oktober 1994 ini lihai mempraktikkan berbagai tarian, mulai dari tarian Sumatera sampai tarian Betawi.

Menari membuat Dinda berkesempatan tampil sekaligus jalan-jalan ke berbagai tempat. Prestasi paling membanggakan bagi Dinda adalah berkesempatan membawa nama Indonesia ke Myanmar dan Singapura. Baginya, mengunjungi Pagoda dan melihat kehidupan para biksu di Myanmar sangat berkesan.

Cewek yang memiliki hobi snorkeling ini memilih pantai sebagai destinasi liburan pilihannya. "Kalau orang-orang lagi suka naik gunung, aku lebih suka ke pantai. Di pantai, kita bebas dan nggak stres, " ujar Dinda. Kacamata dan tabir surya adalah barang wajib yang dibawa saat ke pantai.

Negara romantis bermenara Eiffel adalah destinasi liburan impiannya. "Aku pengen lihat keindahan di sana, selain menara Eiffel pastinya," ujar Dinda. Meskipun begitu, liburan tak harus ke luar negeri karena Indonesia memiliki pantai yang nggak kalah indah. Pantai favorit pilihan Dinda jatuh kepada Pink Beach, Lombok. Selain masih bersih dan alami, pasir pantai yang berwarna merah muda menjadi daya tarik tersendiri bagi Dinda

Ketika liburan, ia lebih senang mengeksplorasi hal baru, misalnya kuliner. "Kalau misalnya cari makanan, aku pasti cari makanan yang khas daerah itu, kalau makan itu-itu aja, ya sama aja bohong," kata Dinda. Menurutnya, liburan yang direncanakan justru hanya kerap menjadi wacana. Meskipun begitu,  ia mengaku, liburan ala backpacker bukan gaya liburannya. 

Ketika berlibur, kita tidak hanya menikmati alam, tetapi harus menjaga lingkungan. "Ketika mau liburan cari tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, jadi harus tau rules-nya. Misalnya, ketika kita snorkeling, nggak boleh menginjak karang dan kita harus mengingatkan orang lain yang melanggar aturan," kata Dinda.

*Penulis adalah mahasiswa Ilmu Politik Universitas Indonesia.
Publish: 22 Juli 2015
Sumber : Sinar Harapan
Penulis/ Editor : Dimas Wibowo*

6828 Tayang