SERUNYA NGGAK KEULANG

Interaksi Penghuni Kampus

Bagaimana perasaan lu saat ini?

Budaya Puasa Anak Kosan!

Ramadan menjadi momen untuk menambah segala aktivitas positif guna memperbanyak amal.

LINE it!
Budaya Puasa Anak Kosan! Lika-liku kehidupan anak kos memang tak menentu. Tidak adanya kehadiran orang tua, menjadikan hal itu tantangan tersendiri bagi mahasiswa perantau. Salah satu tantangannya adalah proses menuju kemandirian si mahasiswa. Mandiri dalam arti dapat mengurus segala apa pun dari diri sendiri untuk diri sendiri.

Apalagi, setelah memasuki bulan Ramadan ini. Kita harus lebih hati-hati dalam mengatur waktu agar apa pun yang kita kerjakan tetap efektif. Namun, tak bisa dimungkiri, dinamika kegiatan sejumlah mahasiswa menjadi berubah kala puasa. Budaya kehidupan anak kos juga perlahan turut berubah.

Rizka Diah Ayuningtyas, mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Unsoed 2012, baru dua kali tertinggal sahur selama bulan Ramadan. Meski begitu, ia tidak terlalu merasa lapar ketika menjalani puasanya. Tapi karena tak bisa menghindari lemas, akhirnya kegiatan rutin seperti mencuci baju, tak sanggup dikerjakan. Ia juga mulai lebih sering tidur siang untuk sekadar menambah pahala ibadah. Namun, ia masih bisa menjalani kuliah dengan baik dan semangat.

Saat sahur, Rizka sering dibangunkan teman-teman kosnya. Mereka lalu mencari makan atau masak bersama. Mereka biasa makan sahur sambil mengobrol, walau mata agak berat. Menjelang waktu berbuka puasa, membeli takjil di sekitar jalan kampus menjadi kebiasaan menyenangkan baginya dan teman-teman. Hal itu menjadi momen berarti bagi Rizka setelah bersama-sama menghabiskan setengah bulan Ramadan.

Amalan-amalan pelengkap, seperti salat tarawih dan witir, beramal, berbuat kebajikan, serta tilawah, tak lupa dikerjakannya selama bulan suci ini. Ia mengaku datangnya Ramadan menjadi momen untuk menambah segala aktivitas positif guna memperbanyak amal. Meski begitu, ada beberapa kegiatan yang juga harus ia kurangi agar ibadah puasanya dapat bertahan.

Melihat dari cerita dia atas, kita sebagai mahasiswa idealnya memang harus cermat menentukan prioritas kegiatan, khususnya dalam bulan puasa; mana kegiatan yang bisa dilakukan waktu puasa, dan mana kegiatan yang bisa dilakukan sehabis berbuka. Mencuci bisa dilakukan pada malam hari. Ketika pagi, bisa langsung dijemur. Perubahan dalam kehidupan mahasiswa selama puasa adalah hal wajar, asalkan kegiatan yang dilakukan senantiasa positif dan efektif, serta menjadikan ibadah kita selalu terjaga sempurna.

Selamat menjalankan ibadah puasa, wahai mahasiswa!

*Penulis adalah mahasiswa Komunikasi Universitas Soedirman

Editor: Sekar Arum


Publish: 08 Juli 2015
Sumber : Sinar Harapan
Penulis/ Editor : Anisa Andamdewi*

1492 Tayang