SERUNYA NGGAK KEULANG

Interaksi Penghuni Kampus

Bagaimana perasaan lu saat ini?

Aktif Selalu meski Puasa

Pencinta alam yang suka memasak

LINE it!
Aktif Selalu meski Puasa
Seleb kampus kali ini adalah mahasiswa pencinta alam yang punya hobi sangat unyu, memasak. Namanya Dean Triswanto. Lahir di Sukabumi, 31 Oktober 1993, pria yang akrab disapa Dean ini masih berkuliah di Politeknik Negeri Media Kreatif dan sedang disibukkan dengan proyek skripsinya untuk meraih gelar sarjana. 

Setiap harinya, kesibukan Dean di kampus bisa seabrek-abrek. Tidak hanya senang bertualang di alam bebas, pria yang hobi berenang dan senang bernyanyi ini juga aktif di klub paduan suara.

Bahkan saat bulan puasa seperti ini, kesibukan Dean tidak berkurang sedikit juga. "Aktivitas berjalan seperti biasa, nggak ada yang dikurang-kurangi, malah bertambah karena harus mengerjakan skripsi,"ujarnya dalam sebuah wawancara dengan tim IPK. 

Salah satu kesibukan rutinnya saat Ramadan adalah buka bersama (bukber) dan sahur on the road. "Senang saat sahur on the road, seru banget bisa berbagi sama orang lain, berbagi dengan orang yang membutuhkan. Pas itu saya juga bisa melihat sekaligus introspeksi bahwa masih banyak orang di bawah kita," tutur Dean.

Meskipun menggeluti beragam aktivitas di luar, kebersamaan bersama keluarga dan teman tetap Dean jaga. Ia mengakui, Ramadan membuat hubungannya dengan keluarga dan sahabat semakin intens

"Biasa bukber bareng keluarga. Banyak juga undangan untuk acara buka puasa bersama. Pas Ramadan, saya merasa lebih dekat dengan teman-teman. Senang bisa bersilaturahmi dengan teman-teman. Saya dan teman-teman juga ada rencana berbuka puasa dengan anak-anak yatim, berbagi lebih banyak kebersamaan," tuturnya.

Ia menyandingkan kebersamaan saat puasa dengan keakrabannya dengan rekan-rekan ketika naik gunung. Menurutnya, kedua momen tersebut sama-sama bisa membuat sebuah kelompok menjadi lebih menyatu. 

"Bikin tenda bareng, pagi-pagi udah bangun, salat subuh berjemaah di gunung, masak bareng, saat kondisi teman ngedrop juga kita berusaha membantu dia agar bisa lanjut terus mendaki," ucap Dean memaparkan hal-hal yang membuat hubungan antaranggota mapala semakin erat ketika mendaki. 

Walaupun suka berkegiatan di luar, Dean tetaplah sosok yang dekat dengan orang tua. Bahkan tak jarang, ia masak bareng ibunya. Intinya, keluarga tetap nomor wahid buat pria pengagum gunung ini. 

"Saya diurus dan dididik dari kecil hingga sekarang oleh orang tua. Walau terkadang pemikiran mereka nggak sesuai dengan saya, pasti mereka punya cara tersendiri untuk membuat saya menjadi lebih baik ke depannya. Restu dan doa mereka sangat penting," kata Dean mengemukakan alasannya sangat menghormati bapak-ibunya.

Aktif di berbagai organisasi, sudah pasti Dean mudah berinteraksi dengan orang lain sehingga memiliki banyak teman. Orang tuanya tidak pernah melarang segala aktivitas Dean, namun tak lupa juga menasihatinya untuk mengingat masa depan. 

"Mereka selalu dukung kegiatan yang saya dan teman-teman lakukan. Tapi mereka menegaskan, jangan terlalu sibuk dengan kegiatan dan melupakan hal yang penting untuk ke depannya. Keluarga dan teman mempunyai arti tersendiri untuk saya," ucap Dean. 

Pemilik moto friend is beauty but not everyone have true friend ini menyadari betul bahwa para sahabatnyalah yang mengisi dan mewarnai hari-harinya. "Kebersamaan bersama mereka tidak terlupakan," ujar Dean menutup perbincangan. 
 
Penulis adalah mahasiswa Broadcasting Universitas Bina Sarana Informatika 

Editor: Teodora Nirmala Fau

Publish: 07 Juli 2015
Sumber : Sinar Harapan
Penulis/ Editor : Nabela Juita Aprilia"

881 Tayang