SERUNYA NGGAK KEULANG

Interaksi Penghuni Kampus

Bagaimana perasaan lu saat ini?

Bersiap Menghadapi MEA

Penghuni Kampus juga harus mulai ambil ancang-ancang

LINE it!
Bersiap Menghadapi MEA MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) akan berlaku mulai akhir 2015. Mau nggak mau, siap nggak siap, momen MEA akan datang. Sebagai anak muda Indonesia, Penghuni Kampus juga harus mulai ambil ancang-ancang, nih, supaya nggak jetlag dalam era globalisasi ASEAN.Dalam rangka membekali diri, Indonesia Youth Conference (IYC) mengadakan seminar di Conclave pada Sabtu (27/6). Topik utama seminar kali ini adalah, apakah anak muda Indonesia siap menghadapi MEA.Meski tinggal hitungan bulan, belum terlambat bagi anak muda Indonesia untuk mempersiapkan diri. Itu karena butuh setidaknya lima tahun agar MEA bisa berjalan sempurna. Jadi, pemuda Indonesia harus semangat meningkatkan kemampuan agar bisa melebihi anak muda ASEAN lainnya.Kira-kira, apa sih, yang bisa Penghuni Kampus lakukan supaya siap bersaing dalam era MEA? Yuk, simak saran-saran para pembicara dalam seminar IYC.
  • Ilman Dzikri, Presiden ISAFIS (Indonesian Students Association for International Studies)
Hal terpenting adalah percaya diri. Jangan minder dengan bule atau teman-teman dari negara lain. Asalkan ada kemauan, sebenarnya kemampuan kita sama dengan negara lain. Berorganisasi juga akan membuat kita terbiasa bekerja sama dengan orang lain dan bisa me-manage waktu. Sebagai negara dengan populasi terbanyak di ASEAN, seharusnya Indonesia optimistis menghadapi MEA. Jadikan ini sebagai tantangan dan peluang untuk masa depan.
  • Chiki Fawzi, Owner Monroo Production House Animasi
Modal penting untuk anak muda dalam menghadapi MEA adalah pendidikan. Selain mempersiapkan diri sendiri, jangan lupa persiapkan teman-teman kita yang masih sulit menempuh pendidikan.
  • Agustinus Wibowo, Blogger, Writer, dan Traveler
Anak muda harus banyak berubah, baik dari pola pikir, sikap, maupun kebiasaan sehari-hari. Contoh perubahannya adalah selain membaca media Indonesia, biasakan mulai membaca media asing juga.Harus giat mencari peluang, bukan menunggu datangnya kesempatan. Setelah lulus sekolah/kuliah, sebaiknya gunakan gap year. Sisihkan waktu sebelum masuk dunia kerja untuk jalan-jalan, sekaligus menjadi sukarelawan di kota atau negara lain. Belajar bahasa asing, terutama Inggris, agar kita bisa lebih leluasa berkomunikasi dan bersosialisasi dengan masyarakat global. Bahasa adalah salah satu modal penting untuk menghadapi MEA. Nah, gimana Penghuni Kampus, sudah siap menghadapi era MEA? Dengan semangat, kita pasti bisa!

Editor: Sekar Arum
*Mahasiswa Bina Sarana Informatika, Jurusan Penyiaran 
Publish: 07 Juli 2015
Sumber : Sinar Harapan
Penulis/ Editor : *Nabela Juita Aprilia

1386 Tayang