SERUNYA NGGAK KEULANG

Interaksi Penghuni Kampus

Bagaimana perasaan lu saat ini?

Seniman Juga Harus Mempelajari Ilmu Lain

Selain banyak menyerap berbagai genre kesenian, aktor teater dan film Slamet Rahardjo pun mengaku harus banyak membaca buku.

LINE it!
Seniman Juga Harus Mempelajari Ilmu Lain Belajar dunia seni jangan melulu hanya mempelajari satu genre saja, baik dikenal sebagai penari, perupa, teaterawan, maupun insan film. Banyak membaca buku dan menikmati semua pengetahuan, juga menyerap berbagai karya seniman dan kebudayaan lain, menjadi hal mutlak bagi seorang seniman dan budayawan.

Hal itu dinyatakan tokoh perfilman dan teater Slamet Rahardjo, dalam jumpa pers menjelang Open House Institut Kesenian Jakarta (IKJ) yang digelar hari ini, Kamis (5/6) hingga Jumat (6/6). Slamet, yang pernah mengenyam pendidikan di Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta (LPKJ), juga membaca banyak buku untuk memperkuat wawasannya. LPKJ adalah cikal-bakal pendirian IKJ.

“Saya membaca banyak buku dari Stanilavsky (tokoh teater yang mewakili satu pandangan tentang teater atau drama), komik Put-On, hingga (teori Semiotika) Roland Barthes,” ujar Slamet yang juga ketua Yayasan IKJ.

Slamet yang pada masa belia pernah belajar di Teater Populer, yang didirikan Teguh Karya pada 1960-an itu, kemudian mengisahkan perjalanannya ketika berinteraksi dengan banyak tokoh; baik yang seangkatan maupun senior, termasuk Henky Solaiman dan Sjumandjaja.

Hal itu juga diungkapkan penyanyi band Krakatau, Nyak Ina Raseuki. Ia mengatakan mempelajari kesenian pun harus memiliki dasar keilmuan. Nyak Ina Raseuki yang kerap disapa Ubiet ini, mengatakan fenomena setiap institut kesenian atau lembaga yang mempelajari kesenian berbeda-beda.

Seperti juga keberadaan Institut Teknologi Bandung (dengan Fakultas Seni Rupa), atau ISI (Institut Seni Indonesia) Yogyakarta dan STSI (Sekolah Tinggi Seni Indonesia) Bandung, IKJ juga berada di perkotaan yang kompleks dan heterogen. “Jakarta adalah kota yang memiliki warna tersendiri. Itu ikut memengaruhi para seniman, khususnya di IKJ atau di Jakarta. Selain mempelajari keilmuan, yang penting juga bagaimana para seniman tetap dapat menghasilkan karya,” tutur Ubiet yang pernah mengenyam beasiswa di AS hingga studi master itu.

Hadir dalam momen itu, penulis skenario dan sutradara film Surat untuk Bidadari, Viva Westi juga komikus Muhammad Misrad yang membuat komik seri strik Benny & Mice—bersama Benny Rachmadi—yang terbit setiap minggu di harian Kompas. Selain Slamet dan Ubiet, Viva dan Misrad adalah mahasiswa yang pernah mengenyam pendidikan di IKJ.

Open House untuk Siswa
Open House IKJ digelar untuk calon mahasiswa lulusan SMA dan SMK, juga masyarakat umum dan mereka yang ingin mendalami seni baik yang ingin mengenyam pendidikan sarjana maupun pascasarjana. Pengunjung dipersilakan melakukan kunjungan atau tur ke kelas dan studio dalam fakultas di IKJ, antara lain Fakultas Seni Pertunjukan, Fakultas Seni Rupa, Fakultas Film dan TV (FFTV), juga Sekolah Pascasarjana IKJ dengan konsentrasi pada Seni Urban dan Industri Budaya.

Selain tur dan kunjungan ke dalam kampus, open house ini akan dimeriahkan berbagai workshop seni yang berlangsung pada Jumat, dengan topik yang interaktif dan berbeda di setiap fakultasnya. Semua rangkaian acara open house ini digelar untuk menyambut perayaan HUT IKJ yang akan diadakan pada 25-27 Juni.


Publish: 05 Juni 2015
Sumber : Sinar Harapan
Penulis/ Editor : Sihar Ramses

1733 Tayang