SERUNYA NGGAK KEULANG

Interaksi Penghuni Kampus

Bagaimana perasaan lu saat ini?

Dari Pesepak Bola Menjadi Kuli Tinta

Ia pernah mengantar SMAN 1 Gunung Meriah juara Liga Pendidikan Indonesia tingkat kabupaten.

LINE it!
Dari Pesepak Bola Menjadi Kuli Tinta Tak disangka, halaman 20 harian Sinar Harapan tiap Rabu bukan lagi sekadar kertas koran biasa. Selain penuh dengan corak warna ala anak muda, halaman bertajuk “Interaksi Penghuni Kampus” (IPK) tersebut dihasilkan dari lintas Sumatera-Jawa.

Dia, Murti Ali Lingga, salah satu pemasok konten di IPK menjadi motor penggerak rubrik yang dikhususkan bagi akademikus kampus ini. Tak seperti beberapa awak magang lainnya yang berdomisili di Pulau Jawa, Murti meracik kontennya dari Banda Aceh, sebuah kota di ujung Sumatera.

Menempuh pendidikan formal di Ilmu Komunikasi Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Murti merasa menemukan arah hidupnya sebagai seorang jurnalis. Pria kelahiran Rimo, 15 Juli 1994 ini bercita-cita menjadi jurnalis profesional. Memulai kiprah jurnalistik di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers Mahasiswa, Detak Unsyiah, Murti kian merasa kuat untuk bergelut dan hidup di media.

Murti adalah pribadi yang sederhana. Baginya, kesederhanaan dalam hidup itu istimewa. Meskipun mudah tersenyum dan tertawa, Murti rupanya mudah pula menangis jika sudah berkaitan dengan orang tua.

Bagi pria yang merasa memiliki kekurangan dalam bidang eksakta dan bahasa asing ini, kekurangan adalah semangat untuk berbuat lebih baik. Ia selalu berusaha belajar mengatasi kelemahannya tersebut. “Tanpa kenal usia, malu, lelah, bahkan waktu sekalipun,” ucap Murti.

Selain menulis, Murti memiliki hobi sepak bola. Ia mengisahkan dulu sering ikut turnamen sepak bola baik tingkat kecamatan, kabupaten, bahkan provinsi. Kejadian yang paling membanggakan, ketika masih duduk di SMA, Murti terpilih sebagai bagian dari tim sepakbola SMAN 1 Gunung Meriah yang kala itu menjadi juara Liga Pendidikan Indonesia (LPI) tingkat kabupaten. Ia bersama timnnya lantas mewakili Aceh Singkil ke tingkat provinsi.

Anak keempat dari lima bersaudara ini juga gemar melakukan hal-hal kecil bagi orang lain, semisal menyingkirkan batu atau potongan ranting di tengah jalan. Murti merasa menolong seseorang tak melulu lewat materi.

Menjadi bagian dari divisi content research and writing (CRW) rubrik IPK, Murti tak bisa melukiskan kegembiraannya. “Saya senang sekali di sini (IPK-red). Orang-orangnya seru dan welcome kepada saya, meskipun kami belum bertemu muka,” ucapnya.

Ia bahkan berharap IPK kelak menjadi jembatan baginya untuk berkarier di jurnalistik secara profesional. “Hal yang terpenting saat ini adalah terus berbuat, berusaha, dan berdoa,” tutur Murti.
Publish: 04 Juni 2015
Sumber : Sinar Harapan
Penulis/ Editor : David Pratama

1899 Tayang