SERUNYA NGGAK KEULANG

Interaksi Penghuni Kampus

Bagaimana perasaan lu saat ini?

UI Peringkat 61 Dunia Kampus Hijau

UI berupaya indikator pencapaian yang dievaluasi UI Greenmetric dapat dimanfaatkan.

LINE it!
UI Peringkat 61 Dunia Kampus Hijau
DEPOK - Universitas Indonesia (UI) meraih peringkat 61 kampus hijau terbaik di dunia tahun 2014 dari 360 universitas di 62 negara. Peringkat ini menurun bila dibandingkan tahun sebelumnya yakni di urutan 35 dunia. Penurunan ini disebabkan banyak perguruan tinggi dunia sangat antusias berpartisipasi dalam pemeringkatan kampus terhijau.

Pemeringkatan perguruan tinggi terbaik di dunia yang memiliki komitmen dalam pengelolaan lingkungan hidup kampus, yakni University Of Nottingham, Inggris (skor 7.803,07) menjadi kampus hijau terbaik di dunia, diikuti University College Cork National University of Ireland, Irlandia (skor 7.553,14), dan peringkat tiga diraih Nottingham Trent University, Inggris (skor 7.529,50).

Perguruan tinggi di Indonesia yang berhasil masuk dalam 100 besar dunia adalah UI Depok dengan menduduki peringkat 61 (skor 6.417,23), Institut Pertanian Bogor (skor 6.363) peringkat 69, Universitas Negeri Semarang (skor 6.338,86) peringkat 73, Universitas Andalas (skor 6.196,15) peringkat 88, dan Universitas Diponegoro (skor 6.171,63) di peringkat 90.

“Peringkat UI memang turun karena Greenmetric Ranking of World Universities 2014 dari 301 universitas menjadi 360 universitas. Terdapat pula beberapa negara yang baru bergabung tahun 2014, seperti Suriah dan Sri Lanka,” ujar Ketua UI Greenmetric, Prof Riri Fitri Sari, Jumat (16/1).

Menurut Riri, pemeringkatan UI Greenmetric of World Universities 2014 dilandasi tiga filosofi dasar yakni environment, economic, dan equity (3’Es). Beberapa perbaikan pada metodologi dan survei terus dilakukan tim UI GreenMetric guna menghasilkan pemeringkatan yang komprehensif.

Salah satunya dengan mengembangkan bobot indikator penilaian yang terdiri atas statistik kehijauan kampus (15 persen), pengelolaan sampah (18), energi dan perubahan iklim (21), penggunaan air (10), transportasi (18), dan pendidikan (18).

Ia menambahkan, UI Greenmetric juga berhasil menarik perhatian institusi dan universitas-universitas di negara lain. Pada April 2014, salah satu tim UI Greenmetric diundang untuk mempresentasikan Greenmetric pada III Asian Universities Forum (Eurasian Diversity and Role of Universities for Sustainable Development).

Forum ini adalah bagian dari VII Astana Economic Forum yang diselenggarakan Al-Farabi National University of Kazakhstan yang akhirnya menyepakati untuk menjadikan UI Greenmetric 2014 sebagai panduan sustainability assessment untuk universitas-universitas di wilayah Eurasia.

Ia menyebutkan, UI Greenmetric merupakan lembaga pemeringkatan yang telah diterima sebagai anggota IREG Observatory (International Ranking Expert Group) secara resmi pada Konferensi IREG-6 April 2012 di Taipei. IREG adalah lembaga yang berpusat di Belgia dan merupakan lembaga penting karena perannya sebagai quality assurance (penjaminan mutu) lembaga pemeringkatan dengan program audit dan sertifikasi bagi lembaga pemeringkatan universitas sedunia.

Selain itu, berbagai analisis pemanfaatan pemeringkatan universitas di forum UNESCO, situs-situs web universitas di dunia dan berbagai publikasi ilmiah di jurnal internasional di Eropa dan Amerika telah banyak menyebut UI Greenmetric. “Diharapkan upaya yang dilakukan UI Greenmetric dapat mendorong UI untuk menjadi trendsetter di bidang keberlanjutan dan lingkungan hidup,” tutur Riri.

Sementara itu, Rektor UI, Prof Dr Muhammad Anis mengatakan, UI Greenmetric Ranking merupakan inovasi UI yang telah dikenal luas di dunia dan pemeringkatan perguruan tinggi pertama di dunia berbasis komitmen pada pengembangan infrastruktur yang berkelanjutan, pendidikan dan penelitian lingkungan berkelanjutan.

Menurutnya, UI berupaya indikator pencapaian yang dievaluasi UI Greenmetric dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan menjadi pemicu munculnya upaya penghematan energi, gaya hidup yang memperhatikan keberlanjutan kehidupan ke depan, pengolahan sampah yang lebih baik untuk limbah berbahaya dan limbah organik dan non-organik, transportasi ramah lingkungan, dan berbagai upaya mengantisipasi perubahan iklim global dan gas rumah kaca.  
Publish: 17 Januari 2015
Sumber : Sinar Harapan
Penulis/ Editor : Robino Hutapea

2368 Tayang