SERUNYA NGGAK KEULANG

Interaksi Penghuni Kampus

Bagaimana perasaan lu saat ini?

Dicari: Tenaga Ahli Pulp dan Kertas

Industri pulp dan kerta siap menampung lulusan tenaga-tenaga ahli di industri ini.

LINE it!
Dicari: Tenaga Ahli Pulp dan Kertas
JAKARTA - Kebutuhan tenaga ahli di industri pulp dan kertas nasional dinilai sangat besar. Sayangnya, hingga kini, belum terpenuhi seluruhnya.

Direktur Akademi Teknologi Pulp dan Kertas (ATPK) Soeprapto, di Jakarta, Jumat (26/9), mengatakan dengan kebutuhan sekitar 400 orang per tahun, diharapkan industri ini dapat menarik minat publik untuk menjadi tenaga kerja profesional di sektor pulp dan kertas.

"Oleh karena itu, industri pulp dan kerta siap menampung lulusan tenaga-tenaga ahli di industri ini," kata dia.

Menurut dia, Indonesia memiliki peluang untuk mengembangkan sektor tersebut dengan menarik investor untuk mengembangkan Pusat Pelatihan Pulp dan Kertas. Dan, sebagai salah satu produk ekspor unggulan, pulp dan kertas harus didukung oleh pemerintah agar tetap dapat menjadi pemain global di kancah kompetisi internasional.

"Sektor ini mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, sehingga mampu menjawab masalah pengurangan jumlah pengangguran di Indonesia," kata Soeprapto.

Hal itu, dia menambahkan, sejalan dengan program pemerintah baru yang akan meningkatkan peluang kerja dan menekan angka pengangguran.

" Saya yakin sektor industri pulp dan kertas masih memiliki prospek yang bagus. ATPK siap untuk menjebolkan tenaga-tenaga ahli di industri ini," ujar dia.

Sebelumnya, ketika mewisuda sarjana ATPK ke XV di Bandung, Kamis (25/9), Soeprapto mengatakan, saat ini, lembaganya sudah menghasilkan 60 orang lulusan per tahun.

Untuk meningkat kan ketersediaan jumlah tenaga ahli di industri pulp dan kertas, pihaknya berharap ada investor yang mau mengembangkan Pusat Pelatihan tenaga ahli ini untuk memenuhi kebutuhan industri.

"Kami juga berharap perusahaan Pulp dan Kertas untuk menambah jumlah penerima beasiswa agar dapat memenuhi kebutuhan industri dalam negeri,” kata dia.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) menyambut baik adanya pelatihan tenaga-tenaga ahli industri pulp dan kertas di ATPK.

"Sampai saat ini, kami sudah memberikan beasiswa kepada 102 mahasiswa yang sebagian besar telah bekerja di perusahaan," ujar dia.

Menurut dia, lulusan tenaga ahli dari ATPK telah menunjukkan prestasi bagus dan sangat mendukung kinerja perusahaan.

Kusnan menjelaskan, sebagai pemain global di industri pulp dan kertas, ketersediaan tenaga ahli merupakan suatu keharusan. Melalui Pusat Pelatihan di ATPK, perusahaan memperoleh kemudahan untuk mendapatkan tenaga ahli yang akan mendukung ekspansi perusahaan ke Asia, Pasifik , Australia dan Tiongkok.

Dia menyatakan, perusahaan akan terus mengirimkan penerima beasiswa untuk dilatih di ATPK guna memenuhi kebutuhan tenaga ahli.

"Tahun ini saja, kami sudah mengirim 20 mahasiswa," Kusnan menambahkan.

Ketua Umum Asosiasi Pulp dan kertas Indonesia (APKI), Misbahul Huda menyatakan, industri pulp dan kertas nasional sedang menghadapi persaingan yang sangat ketat.

Dia mencontohkan, tahun depan industri harus menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan Free Trade Agreement (FTA). Hal itu tidak mudah karena Indonesia masih mengalami defisit neraca berjalan.

"Sebagai pemain global, lulusan ATPK akan mudah mendapatkan tempat untuk mengembangkan karier di industri Pulp dan Kertas. Apalagi Indonesia masuk peringkat sembilan dunia untuk industri pulp maupun kertas," katanya.

Menurut Misbahul, Indonesia memiliki keunggulan komparatif dibanding negara penghasil kertas lainnya, diantaranya , Indonesia dapat 3-4 kali lebih cepat memanen pohon dan lokasinya yang lebih dekat dengan Asia Tengah.

"Indonesia akan menjadi negara baru yang bergabung dengan BRICS. Skala ekonomi Indonesia juga sudah terbesar di ASEAN. Kita tidak perlu takut MEA karena 51 persen pasar sudah di Indonesia," kata dia.
Publish: 26 September 2014
Sumber : Ant

1785 Tayang