SERUNYA NGGAK KEULANG

Interaksi Penghuni Kampus

Bagaimana perasaan lu saat ini?

UMB Kawinkan Kearifan Lokal dan Seni Modern

UMB ingin menyatukan kearifan lokal dengan modern melalui desain dan seni kreatif.

LINE it!
UMB Kawinkan Kearifan Lokal dan Seni Modern JAKARTA - Universitas Mercu Buana (YMB) Jakarta menggandeng 16 perusahaan untuk pengembangan studi Fakultas Desain dan Seni Kreatif yang baru saja dibentuk. Pasalnya, studi desain tak sekadar menghasilkan karya, tetapi juga kemampuan untuk meningkatkan nilai ekonomi dari karya yang dihasilkan.

Rektor UMB, Arissetyanto Nugroho, di Jakarta, Kamis (25/9), mengatakan, kerja sama ini dilakukan untuk menghadapi tantangan studi dalam bidang desain yang terus menghasilkan karya baru.

"Fakultas Desain dan Seni Kreatif merupakan yang pertama di Indonesia. Namun, bukan itu yang utama, tetapi ingin menyatukan kearifan lokal dengan modern melalui desain dan seni kreatif," dia memaparkan.

Beberapa perusahaan yang tergabung yakni PT Lenggoa Wood, Vivere Group, AICA, Batik Komar, Museum Layang - Layang, PT. Printex Indo Putrajaya, Rumah Garuda, Folder Pop-Up Community dan lainnya.

Dekan Fakultas Desain dan Seni Kreatif, Edi Muladi, mengatakan, peluang fakultas ini sangat besar seiring perkembangan zaman. Sehingga tidak sekedar asal dibuat saja.

Saat ini, sudah ada 250 mahasiswa yang terdaftar dalam Fakultas Desain dan Seni Kreatif. Ditargetkan ada 50 mahasiswa dalam setiap tahunnya yang berasal dari lima program studi.

Die menjelaskan, mengenai penyatuan seni modern dan kearifan lokal yakni seperti pentas drama Ramayana yang dilakukan dengan bayangan menggunakan teknologi.

"Kita ingin buat sesuatu yang beda dengan penyatuan seni modern dan kearifan lokal," dia memaparkan.

Seni telah menjadi kebutuhan utama manusia, kata dia. Lingkungan hidup urban merupakan bagian ciptaan yang dilakukan seniman atau desainer dari berbagai disiplin.

"Melalui seni dan desain, kita ingin menumbuhkan kemampuan mahasiswa untuk berkompetisi di dunia luar untuk menjadi berkompeten," ujar Arissetyanto.
Publish: 26 September 2014
Sumber : Antara

1915 Tayang