SERUNYA NGGAK KEULANG

Interaksi Penghuni Kampus

Bagaimana perasaan lu saat ini?

Pertukaran Budaya Ala Budi Luhur-Kanda

Selama 10 hari di Indonesia, mahasiswa Kanda University belajar tentang budaya Nusantara.

LINE it!
Pertukaran Budaya Ala Budi Luhur-Kanda JAKARTA - Universitas Budi Luhur (UBL) Jakarta bersama Kanda University of International Studies (KUIS) Tokyo, Jepang, melakukan pertukaran budaya Indonesia-Jepang.

Deputi Rektor Bidang Akademik, Dr Wendi Usino, di Jakarta, mengatakan kunjungan ini merupakan tindak lanjut kerja sama UBL dengan beberapa universitas di Jepang, salah satunya Kanda University sebagai upaya untuk saling mengenal budaya pada generasi muda.

Kedua universitas melakukan kegiatan bersama dengan tujuan agar mahasiswa memiliki kemampuan interaksi antarbudaya yang lebih baik.

Dalam rangkaian pertukaran budaya ini, mahasiswa Universitas Budi Luhur Jakarta dan KUIS Tokyo juga melakukan road show ke beberapa sekolah menengah atas.

Sedangkan untuk lebih memahami kehidupan orang Indonesia, mahasiswa KUIS Tokyo tinggal di rumah mahasiswa, dosen dan karyawan Universitas Budi Luhur.

"Jadi, mahasiswa KUIS Tokyo selama di Indonesia tinggal di rumah mahasiswa untuk lebih mengenal budaya dan lingkungan," ujar dia.

Pada kegiatan pertukaran budaya ini, mahasiswa KUIS Tokyo pun berkesempatan belajar menari dan memainkan gamelan di Bale Buja Klaten, belajar membatik di Kampoeng Batik Palbatu, Tebet, Jakarta, mengunjungi Candi Borobudur, mengunjungi Candi Prambanan, dan makan malam di Bale Raos Kraton Jogjakarta.

Sedangkan, mahasiswa Universitas Budi Luhur Jakarta berkesempatan mengenal permainan anak Jan-Ken-Pon, seni lipat kertas, membuat Helm Kabuto Samurai, dan belajar membuat sushi.

"Selama sepuluh hari di Indonesia, mahasiswa KUIS diperkenalkan pada kuliner Indonesia," dia menambahkan.

Selama di Indonesia, ke-19 mahasiswa Jepang berganti nama seperti Naoto Kodama berganti menjadi Indra, Tomoko Koyama menjadi Dahlia dan sebagainya.

Liza Dwi Ratna Dewi, Ketua Panitia Pertukaran Budaya Indonesia-Jepang, mengatakan, dengan melihat mahasiswa negara lain yang mempelajari budaya Indonesia, diharapkan mahasiswa Budi Luhur lebih menyadari berapa berharganya budaya Indonesia.

"Dengan demikian, mahasiswa Indonesia akan lebih bersemangat mempelajari dan mempertahankan budaya Indonesia," kata dia.

Dai Furukawa (20), salah satu mahasiswa semester 2 Kanda University yang memiliki nama Indonesia Andre, mengaku sempat was-was ketika pertama kali datang ke Indonesia. Sebab, tidak mampu berkomunikasi dengan baik.

"Tetapi, setelah belajar langsung dan berinteraksi, bahasa Indonesia mudah dipelajari dan orangnya pun sangat ramah," ujar dia.
Publish: 03 September 2014
Sumber : Antara

1132 Tayang