SERUNYA NGGAK KEULANG

Interaksi Penghuni Kampus

Bagaimana perasaan lu saat ini?

Mahasiswa KKN UGM Buka Sekolah Tani

Pesertanya siswa sekolah dasar di Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

LINE it!
Mahasiswa KKN UGM Buka Sekolah Tani TUBAN - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada JTM 31 Sub-Unit Mliwang membuka sekolah tani bagi siswa sekolah dasar di Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

"Pembukaan sekolah tersebut bertujuan untuk memberikan pendidikan pertanian berkelanjutan bagi siswa sekolah dasar setempat," kata Koordinator Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM) UGM JTM 31 Sub-Unit Mliwang, As'ad di Yogyakarta, Jumat.

Menurut dia, pembukaan sekolah tani itu dilatarbelakangi kenyataan semakin menurunnya jumlah petani di Indonesia setiap tahun.

"Data tahun 2003 mencatat jumlah petani Indonesia mencapai 64 juta orang. Namun kini jumlahnya mengalami penurunan secara signifikan, hanya tinggal 26 juta orang," katanya.

Ia mengatakan generasi muda menunjukkan kecenderungan enggan menjadi petani. Padahal kebutuhan pangan terus meningkat seiring pertambahan jumlah penduduk dan peningkatan ekonomi masyarakat.

"Kondisi tersebut tentu akan menimbulkan acaman krisis pangan di masa mendatang. Sekolah tani itu diharapkan dapat membangun kecintaan dunia pertanian dan peternakan pada siswa," katanya.

Menurut dia, ada dua program utama dalam sekolah tani yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN PPM UGM JTM 31 Sub-Unit Mliwang itu.

Program pertama adalah pembelajaran penanaman sayuran menggunakan metode vertikultur. Para siswa diajarkan cara bercocok tanam hingga memanen.

"Beberapa tanaman yang ditanam merupakan jenis sayur mayur seperti bayam, cabai, sawi, dan terong," katanya.

Program kedua adalah "One Child One Doc" (OCOD), di mana setiap anak diberikan satu anak ayam umur sehari (DOC) untuk dipelihara selama satu bulan untuk siap potong.

"Program itu memberikan pembelajaran siswa cara beternak ayam pedaging, mulai dari manajemen pemberian pakan dan minum yang benar, vaksinasi, hingga sanitasi kandang yang baik," katanya.

Ia mengatakan sebagian ayam itu akan dimanfaatkan dalam lomba memasak dan kampanye gizi ke masyarakat setempat.

"Antusiasme terhadap program sekolah tani cukup tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya siswa yang terlibat di dalamnya," katanya.


Publish: 16 Agustus 2014
Sumber : Antara

1094 Tayang