SERUNYA NGGAK KEULANG

Interaksi Penghuni Kampus

Bagaimana perasaan lu saat ini?

KPDT-UGM Garap 2 Juta Lahan Tidur Di Daerah Tertinggal

Dana yang berkisar Rp 20 miliar hingga Rp 30 miliar, dinaikkan menjadi Rp 80 miliar.  

LINE it!
KPDT-UGM Garap 2 Juta Lahan Tidur Di Daerah Tertinggal YOGYAKARTA-Setidaknya ada 2 juta hektar lahan tidur terdapat di 183 daerah di kabupaten tertinggal di wilayah Indonesia bagian timur. Lahan-lahan tidur ini akan diolah Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT)  dengan UGM, untuk dikembangkan dengan model pertanian terpadu berbasis peternakan sehingga bisa mendukung percepatan meretas ketertinggalan.

“Ada rata-rata 20 ribu hektar lahan tidur di setiap kabupaten tertinggal yang bisa dimanfaatkan. Saya menaruh harapan besar pada UGM," kata Menteri PDT, Helmy Faishal Zaini, ketika melakukan penandatangan nota kesepahaman kerjasama antara KPDT dengan UGM yang berlangsung di auditorium Fakulats Peternakan UGM, Kamis (14/8).

Salah satu kebijakan yang dilakukan kementerian PDT, ujar Helmy Faishal Zaini, adalah dengan meningkatkan Dana Alokasi Khusus. Bila sebelumnya berkisar Rp 20 miliar hingga Rp 30 miliar, dinaikkan menjadi Rp 80 miliar.   "Kenaikan dana bantuan tersebut diharapkan mampu mengenjot pendapatan asli daerah serta mengurangi jumlah angka kemiskinan," ujarnya.

Sementara itu Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Prof. Dr. Suratman, M.Sc., mengatakan salah satu program yang akan dilakukan UGM adalah mengembangkan peternakan yang berbasis pertanian. Terkait dengan itu dibutuhkan penataaan tata ruang dalam pengelolaan pengembangan peternakan untuk memanfaatkan lahan tidur.
 

Menurut Suratman, semua daerah tertinggal berpotensi untuk diarahkan sebagai lumbung ternak yang baru. Sebab selama ini pengembangan pembangunan peternakan lebih banyak di daerah pulau Jawa.   “Lumbung ternak sapi terbesar itu ada di Jawa Timur, di masa mendtang bisa dikembangkan di daerah Sulawesi dan luar Jawa lainnya,” tuturnya.

UGM, menurut Suratman, akan mengirimkan mahasiswa KKN untuk melakukan penyuluhan peternakan. “Khususnya kami kirim ke desa-desa miskin yang mayoritas tinggal di gunung dan pantai,” ujar Suratman.

Publish: 14 Agustus 2014
Sumber : Sinar Harapan
Penulis/ Editor : Yuyuk Sugarman

797 Tayang